Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Sejarah Hari Ini: AS Akhiri Perang Irak

Selasa 15 Dec 2020 07:00 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Suasana Kota Mosul, Irak yang dilanda peperangan, Senin, 29 Mei 2017.

Suasana Kota Mosul, Irak yang dilanda peperangan, Senin, 29 Mei 2017.

Foto: REUTERS/Alkis Konstantinidis
AS mulai invasi Irak pada 2003

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Pada 15 Desember 2011, Amerika Serikat (AS) secara resmi mengakhiri perang yang dimulai pada 2003 di Irak. AS menarik pasukannya yang ditandai dengan upacara penurunan bendera yang diadakan di Baghdad.

Upacara tersebut menandai berakhirnya hampir sembilan tahun operasi militer AS di negara tersebut. Sekitar 4.000 tentara AS masih berada di Irak. Mereka tinggal dua pekan berikutnya berada di sana.

Dilansir laman History, dalam sejarahnya sejak serangan 9/11, AS mengumumkan perang melawan teror termasuk di Irak. Sepanjang 2002, pemerintahan Bush berargumen bahwa presiden Irak Saddam Hussein bersekutu dengan teroris dan mengembangkan senjata pemusnah massal.

Baca Juga

Saddam Hussein dinilai bertanggung jawab atas banyak kekejaman. Meski hanya ada sedikit bukti bahwa dia mengembangkan senjata nuklir atau kimia.

Invasi kemudian langsung sukses setelah koalisi AS menggulingkan pemerintahan Hussein dan menduduki sebagian besar Irak pada pertengahan April. Namun, yang terjadi selanjutnya adalah delapan tahun pemberontakan dan kekerasan sektarian.

Pada tahun baru 2009, tak lama sebelum Obama menjabat, AS menyerahkan kendali Zona Hijau, distrik Baghdad yang berfungsi sebagai markas koalisi kepada pemerintah Irak. Kongres secara resmi mengakhiri otorisasinya untuk perang pada November, dan pasukan tempur terakhir pergi pada bulan berikutnya.

Perang Irak tercatat merenggut lebih dari 100 ribu nyawa. Perkiraan lain menunjukkan bahwa jumlahnya beberapa kali lebih besar, dengan lebih dari 205 ribu kematian warga sipil saja. Sementara dilaporkan bahwa hampir 4.500 tentara AS tewas dan 30 ribu lainnya terluka selama delapan tahun terakhir di Irak.

Selama tiga tahun berikutnya, kekerasan sektarian yang berlangsung berkembang menjadi perang saudara yang hebat. Banyak milisi yang terbentuk selama Perang Irak bergabung atau bermitra dengan kelompok ekstremis di negara tetangga Suriah, yang mengalami perang saudara berdarah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA