Selasa 15 Dec 2020 02:45 WIB

Makanan Beku Belum Miliki Izin Edar Dijual di Lotte Mart

BB POM DKI akan menelusuri hingga ke produsen makanan beku Risollaku.

Logo Lotte Mart. Petugas gabungan mendapati Lotte Mart Kelapa Gading, Jakarta Utara menjual produk tak layak edar.
Foto: Antara
Logo Lotte Mart. Petugas gabungan mendapati Lotte Mart Kelapa Gading, Jakarta Utara menjual produk tak layak edar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Provinsi DKI Jakarta menemukan beberapa varian produk makanan beku "Risollaku" belum memiliki izin edar di pusat perbelanjaan pangan dan ritel, Lotte Mart Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin. Kepala BB POM DKI Safriansyah menjelaska,n temuan makanan itu diproduksi di Jawa Barat.

"Beberapa varian sudah memiliki izin edar, sementara varian lain belum ada. Disinyalir produsen menyisipkan dengan varian yang sudah didaftarkan,” kata Safriansyah.

Baca Juga

Safriansyah menegaskan, setiap produk dengan varian berbeda, wajib memiliki nomor pendaftaran berbeda. Dengan temuan itu, pihaknya akan menelusuri ke produsen, terkait seberapa besar upaya mereka mendaftarkan varian produk itu.

Selain itu, pihak POM juga akan menindaklanjuti dengan mengecek ke swalayan atau ke supermarket lain. Safriansyah, menyatakan tiga pilar dalam pengawasan pangan dan obat yakni pemerintah, produsen, dan masyarakat. Ketiganya bertanggung jawab terhadap pangan dan obat yang beredar di tengah masyarakat.

Safriansyah menganjurkan agar masyarakat melakukan ‘Cek Klik’ sebelum membeli produk pangan dan obat, yakni cek kemasan, label, izin edar dan masa kedaluwarsa. Safriansyah mengimbau masyarakat melaporkan temuan pangan dan obat tidak sesuai ketentuan kepada kepada pemerintah, baik BB POM, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, maupun kepolisian melalui beragam kanal seperti pelaporan langsung, telepon, laman resmi, maupun media sosial.

“Kami sangat berharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengawasan pangan dan obat ini," kata Safriansyah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement