Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

BNN: Pengguna Narkoba Suntik Didominasi Pemakai Subuxone

Senin 14 Dec 2020 18:25 WIB

Red: Ratna Puspita

Stop Narkoba (ilustrasi). Badan Narkotika Nasional (BNN) Bandung menyatakan, sepanjang 2020 ini penyalahguna narkotika dengan menggunakan jarum suntik didominasipemakai narkotika jenis Subuxone atau Buprenorfina.

Stop Narkoba (ilustrasi). Badan Narkotika Nasional (BNN) Bandung menyatakan, sepanjang 2020 ini penyalahguna narkotika dengan menggunakan jarum suntik didominasipemakai narkotika jenis Subuxone atau Buprenorfina.

Foto: Republika
Subuxone merupakan narkotika golongan III yang bisa menyebabkan ketergantungan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Bandung menyatakan, sepanjang 2020 ini penyalahguna narkotika dengan menggunakan jarum suntik didominasipemakai narkotika jenis Subuxone atau Buprenorfina. Barang terlarang itu masuk ke dalam narkotika golongan III yang bisa menyebabkan ketergantungan.

Kepala BNN Bandung, Deni Yus Danial, mengatakan, beberapa jaringan besar pengedar narkoba di sana telah digulung. "Tahun ini juga kami menindak enam jaringan yang, tentunya ini terus didukung polisi untuk mereduksi angka suplai narkotika," kata dia, di Kantor BNNBandung, Jawa Barat, Senin (14/12).

Baca Juga

Secara umum, dia mengatakan angka pengguna jarum suntik di Jawa Barat cukup tinggi. Ia menyatakan, dari 68.042 orang pemakai narkoba di Jawa Barat, 20 persennya atau sebanyak 13.608 jiwa menggunakan jarum suntik.

Namun, BNN mendorong agar pengguna direhabilitasi karena penegakkan hukum belum tentu efektif dalam mengurangi angka penyalahgunaan narkotika. Sejauh ini di Bandung, berdasarkan catatan BNN sudah ada sekitar 278 yang direhabilitasi, mulai dari intervensi berbasis masyarakat, penyelenggaraan layanan wajib lapor, dan pembentukan rehabilitasi berbasis komponen masyarakat. "Penguatan fasilitas rehabilitasi komponen masyarakat seperti di lembaga puskesmas, pesantren, dan yang lainnya," kata dia.

Kemudian di Bandung pun, menurut dia, ada tujuh wilayah yang rawan peredaran narkoba. Karena itu, ia meminta masyarakat turut andil dalam program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

"Perlu adanya komitmen bersama untuk mewujudkan P4GN mulai dari pemerintah, perangkat desa, tokoh agama, karang taruna, dan unsur lainnya, sehingga penyalahgunaan narkoba dapat dicegah dari lingkungan rumah," kata dia.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA