Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Polisi Selandia Berjaga Usai Masjid Al Noor Ditulisi Pesan

Senin 14 Dec 2020 18:14 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Polisi Selandia Berjaga Usai Masjid Al Noor Ditulisi Pesan. Masjid Al Noor di Deans Avenue, Christchurch, Selandia Baru

Polisi Selandia Berjaga Usai Masjid Al Noor Ditulisi Pesan. Masjid Al Noor di Deans Avenue, Christchurch, Selandia Baru

Foto: EPA-EFE/MARTIN HUNTER
Polisi Selandia baru menanggapi peristiwa tersebut dengan serius.

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH -- Seorang jamaah di Masjid Al Noor bersyukur, pesan yang dirancang untuk membangkitkan kebencian terhadap Muslim ditanggapi dengan serius. Pesan itu ditulis dengan kapur di jalan setapak di luar masjid Al Noor, Christchurch pada Sabtu dan bertuliskan 'Islam itu benar tentang wanita'.

Pesan samar tersebut ditinggalkan saat jamaah sedang beribadah di dalam masjid dan sedang diselidiki oleh polisi. Hal ini terjadi hanya beberapa hari setelah Komisi Kerajaan melaporkan temuannya tentang serangan masjid, termasuk rekomendasi hukuman yang lebih keras untuk ujaran kebencian. Komandan Distrik, Canterbury John Price mengatakan kejadian ini ditanggapi dengan sangat serius.

Baca Juga

"Setiap pesan yang merupakan nada rendah yang tidak tepat bagi kami di Selandia Baru merupakan perhatian kami, jam berapa pun itu terjadi. Jadi, kami menangani masalah ini dengan serius, apakah itu didukung oleh Komisi Penyelidikan Kerajaan atau tidak," kata Price, dilansir Radio New Zealand, Senin (14/12).

Sebagai tanggapan, petugas polisi akan ditempatkan di dalam dan di luar Masjid Al Noor. Penjagaan ini sebagai jaminan keamanan. Seorang Jamaah Masjid, Mirwais Waziri yang terluka dalam serangan mengatakan ada peningkatan ujaran kebencian yang ditujukan kepada Muslim di Christchurch sejak 15 Maret.

"Setiap kali istri saya pergi ke suatu tempat di pasar, beberapa dari orang-orang rasialis ini menggunakan beberapa kata mencelanya. Istri saya mengabaikannya. Saya harap orang-orang mengerti bahwa kami adalah orang Selandia Baru. Kami tinggal di Selandia Baru dan kami hidup damai dan Islam agama indah,” ujar Waziri.

Dia mengatakan pada 15 Maret 2019 telah menunjukkan kepadanya pelecehan semacam itu perlu didokumentasikan dan ditanggapi dengan serius. Terlebih diskriminasi terhadap orang yang beragama.

"Selandia Baru memiliki hak yang berbeda. Setiap orang tinggal di negara ini dan hak setiap orang harus dilindungi,” kata dia.

Seorang Ahli Kelompok Far Right, Profesor Paul Spoonley mengatakan pernyataan yang sama yang ditinggalkan di luar Masjid Al Noor telah muncul dalam berbagai bentuk di seluruh dunia. Ini dirancang oleh sejumlah kelompok untuk memicu kebencian terhadap Islam.

"Ini dirancang untuk menarik perhatian pada bagaimana Islam seharusnya menindas perempuan, tetapi dalam beberapa hal, mereka membalikkannya. Jadi itu tampaknya mendukung cara Islam memperlakukan wanita. Tapi tentu saja niatnya justru sebaliknya," ucap Spoonley.

Namun, Spoonley tidak akan menggolongkan kata-kata itu sebagai ujaran kebencian. Dia mengatakan kelompok paling kanan sekarang tersebar di seluruh dunia sebagai komunitas daring. Mereka sulit dilacak karena mereka yang terlibat sebagian besar anonim.

https://www.rnz.co.nz/news/national/432779/police-officers-stationed-at-al-noor-after-message-left-near-mosque

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA