Senin 14 Dec 2020 18:30 WIB

Saudi Ithra Temukan Bakat Baru

Bakat baru ditemukan Saudi Ithra.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Saudi Ithra Temukan Bakat Baru
Foto: Arab News
Saudi Ithra Temukan Bakat Baru

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Seorang desainer grafis dan seniman, Wala Fadul menduduki puncak daftar 11 yang dipilih dari 158 peserta dalam program Artist Open Call King Abdul Aziz Center for World Culture (Ithra). Program ini bertujuan untuk mendukung praktik seniman melalui sesi pengembangan, dan lokakarya yang dipimpin oleh kontemporer ahli.

Fadul merupakan lulusan magister desain grafis dari perguruan tinggi seni Universitas Edinburgh. Saat ini dia menjadi dosen di Universitas Imam Abdulrahman bin Faisal.

Baca Juga

"(Ini) titik temu bagi saya untuk akhirnya menjadi seniman praktik," kata dia  menggambarkan partisipasinya, dilansir dari laman Arab News pada Senin (14/12).

Fadul mengungkapkan, program semacam itu merupakan kesempatan bagi seniman baru untuk bekerja di luar zona nyaman, dan mengembangkan bakat mereka sepenuhnya.

"Sebagai seorang seniman, desainer, dan orang kreatif yang tidak terbiasa bekerja sendiri, saya ingin terbuka dengan peluang dan tantangan baru, terutama setelah berbulan-bulan tutup karena pandemi Covid-19, dan Ithra adalah tempat yang ideal untuk tawarkan itu padaku," ucapnya.

Karya Fadul akan ditampilkan sebagai bagian dari pameran kontemporer Ithra "Seeing and Perceiving", yang akan dibuka pada Maret 2021.

Adapun Artist Open Call kedua Ithra melibatkan seniman terpilih dalam program pelatihan virtual lima hari yang mencakup pemenang tahun lalu, seniman Saudi Aziz Jamal, dan termasuk lokakarya menulis seni, serta kegiatan dan sesi materi dalam seni kontemporer.

Memberdayakan seniman Kerajaan merupakan misi inti tidak hanya untuk Ithra, akan tetapi juga untuk entitas yang berfokus pada menyediakan kerangka kerja yang ]dibutuhkan seniman untuk berjuang, mendukung, dan menambah kancah seni Saudi.

Panel juri terdiri dari nama-nama terkenal di industri seni, termasuk kurator dan seniman. Para juri termasuk direktur Art Jameel, museum seni kontemporer Dubai, Antonia Carver, Nada Sheikh-Yasin, direktur 21,39 Jeddah Arts, seniman dan penulis Saudi, Abdulrahman Al Soliman, kepala museum di Ithra, Laila Al-Faddagh dan Candida Pestana, kurator seni kontemporer di Ithra.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement