Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Pioli: AC Milan Telat Panas dan Bermain Lambat

Senin 14 Dec 2020 14:41 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli.

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli.

Foto: REUTERS/Alberto Lingria
Kini perolehan poin Milan hanya terpaut tiga angka dari Inter Milan di posisi kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, mengaku mengaku timnya bermain lambat pada awal pertandingan, sebelum berhasil menemukan permainan terbaiknya sekaligus bangkit dari ketertinggalan. Milan kemudian membuat skor berakhir 2-2 pada laga melawan Parma dalam lanjutan pekan ke-11 Serie A Italia 2020/2021.

"Ini tetap malam yang mematikan, karena kami mengalami beberapa kesulitan, terutama cedera Gabbia dan Bennacer," kata Pioli kepada Sky Sport dikutip Football Italia, Senin (14/12).

Milan berjumpa Parma pada pekan ke-11 Serie A di Stadion San Siro, Senin (14/12) dini hari WIB tadi. Empat gol tercipta pada laga tersebut, dengan dua gol lebih dahulu dicatat oleh tim tamu lewat Hernani dan Jasmin Kurtic.

Beruntung Rossoneri memiliki bek sayap sekaliber Theo Hernandez. Eks pemain Real Madrid tersebut berhasil menjadi juru penyelamat melalui brace yang dicetak pada menit ke-58 dan menit ke-90+1.

"Mengenai permainan, untuk pertama kalinya saya akan mengatakan bahwa kami tidak memiliki pendekatan yang tepat dan sedikit lamban. Parma melakukannya dengan sangat baik dalam serangan balik, kami bisa saja menyamakan kedudukan lebih awal dan tidak melakukannya, tetapi ini adalah tim dengan hati dan keinginan," sambung Pioli.

Derita Milan berlanjut usai ditahan imbang Parma di San Siro. Kedua pemain Milan, Gabbia dan Bennacer harus ditarik keluar lebih dahulu lantaran mengalami cedera.

Alhasil, itu menjadi ujian berat bagi Pioli usai sebelumnya ia kehilangan dua pilar andalan, Zlatan Ibrahimovic di lini depan dan Simon Kjaer di sektor belakang. Kedua pemain tersebut kini dirindukan oleh para tifosi Si Merah Hitam.

"Memang benar kami memiliki karakteristik berbeda tanpa Ibra, karena Ibra memberi kami lebih banyak opsi di area kotak penalti lawan. Tetapi kami menyerang dengan lebih banyak pemain dan lebih fokus pada pergerakan tanpa bola," kata Pioli.

Hasil imbang tersebut memang tak mengubah posisi Milan di pucuk klasemen. Rossoneri tetap bertengger di peringkat satu dengan perolehan 27 angka hasil dari delapan kemenangan dan tiga imbang. Hanya saja, kini perolehan poin Milan hanya terpaut tiga angka dari Inter Milan di posisi kedua.

"Tim tidak senang dengan hasil imbang, dan itu berarti kami berharap lebih dari diri kami sendiri. Milan sudah lama tidak berada di Liga Champions, tim ini sangat ambisius dan terbukti bisa bertarung, jadi kami harus terus seperti ini," jelas Pioli.

Selanjutnya pada lanjutan pekan ke-12, Milan akan berkunjung ke markas Genoa di Stadion Luigi de Ferraris tengah pekan, sebelum berhadapan dengan tim kuda hitam Sassuolo pada 20 Desember mendatang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA