Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Permintaan E-Commerce Meningkat, Maskapai Konversi ke Kargo

Senin 14 Dec 2020 10:35 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Beberapa maskapai penerbangan dan perusahaan leasing bergegas mengubah jet penumpang yang lebih tua menjadi kargo. Mereka bertaruh dengan ‘ledakan’ e-commerce karena nilai pesawat bekas yang jatuh di tengah pandemi. Beberapa di antaranya adalah Air Canada hingga CDB Aviation milik China.

Beberapa maskapai penerbangan dan perusahaan leasing bergegas mengubah jet penumpang yang lebih tua menjadi kargo. Mereka bertaruh dengan ‘ledakan’ e-commerce karena nilai pesawat bekas yang jatuh di tengah pandemi. Beberapa di antaranya adalah Air Canada hingga CDB Aviation milik China.

Foto: Citilink Indonesia
Sejak awal tahun, nilai pasar pesawat berusia 15 tahun telah turun hingga 47 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY – Beberapa maskapai penerbangan dan perusahaan leasing bergegas mengubah jet penumpang yang lebih tua menjadi kargo. Mereka bertaruh dengan ‘ledakan’ e-commerce karena nilai pesawat bekas yang jatuh di tengah pandemi. Beberapa di antaranya adalah Air Canada hingga CDB Aviation milik China.

Tren ini telah menciptakan peluang besar bagi konversi penumpang-ke-barang (P2F), termasuk Singapore Technologies (ST) Engineering Ltd, Israel Aerospace Industries (IAI) dan Aeronautical Engineers Inc yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Firma analisis penerbangan Cirium memperkirakan, jumlah konversi P2F secara global akan meningkat 36 persen menjadi 90 pesawat pada tahun depan dan 109 pesawat pada 2022.

“Kami memperkirakan, sebagian besar slot terjual untuk tahun 2021 dan setidaknya 40 persen untuk 2022,” tutur Kepala Analis Pasar Cirium Chris Seymour, seperti dilansir di Reuters, Senin (14/12).

Ia menambahkan, terjadi peningkatan dalam program generasi yang lebih baru, terutama 737-800 dan A321 serta A330. Tapi, jenis pesawat yang lebih lama seperti 767 tetap mengalami peningkatan permintaan didorong oleh Amazon yang berupaya membangun armadanya sendiri.

Sejak awal tahun, nilai pasar pesawat berusia 15 tahun telah turun 20 persen hingga 47 persen. Hal ini membuat konversi ke kargo menjadi lebih menarik.

Air Canada ingin mengonversi beberapa Boeing Co 767-nya, Grup S7 Rusia memperoleh 737-800 kargo pertama yang dikonversi dari lessor GECAS. Sementara itu, lessor CBD Aviation telah memesan dua konversi Airbus SE A330 dari usaha patungan EFW ST Engineering dengan Airbus.

Konversi P2F adalah langkah lebih murah yang banyak diterapkan maskapai penerbangan selama masa pandemi. Pembatasan aktivitas sosial untuk menekan laju penyebaran virus menyebabkan banyak kursi penumpang kosong, sehingga menghadirkan peluang lebih banyak untuk kargo.

Konversi ini menjadi taruhan finansial di tengah permintaan angkutan udara yang memang sudah melemah sebelum Covid-19. Tapi, prospeknya kemungkinan membaik karena pembeli mulai banyak beralih ke e-commerce sehingga meningkatkan aktivitas logistik. Industri penerbangan memperkirakan, perlu waktu hingga 2024 untuk memulihkan lalu lintas penumpang ke level 2019.

Di sisi lain, pasar kargo terkenal sangat fluktuatif. Kekurangan kapasitas dapat dengan cepat berubah menjadi kelebihan kapasitas, menurut para analis.

Biasanya, sekitar setengah dari kargo dunia diangkut dalam perut pesawat penumpang. Tapi, permintaan yang tinggi telah membuat dunia lebih bergantung pada kargo khusus.

Direktur Eksekutif CDB Aviation Patrick Hannigan menjelaskan, tahun ini merupakan rekor penggunaan pesawat kargo yang tinggi. "Pandemi telah mempercepat pergeseran struktural jangka panjang menuju peningkatan permintaan e-commerce," katanya.

Sementara itu, Boeing mengatakan, kargo telah meningkat 40 persen hingga September karena jumlah penumpang yang turun akibat pandemi. Pengiriman kargo diperkirakan naik 60 persen selama 20 tahun ke depan.

Direktur ST Engineering Aerospace Jeffrey Lam menyebutkan, konversi P2F biasa menelan biaya jutaan dolar dan memakan waktu tiga hingga empat bulan. Perusahaannya menargetkan dapat melakukan konversi setidaknya 18 pesawat A321 tahun depan, naik 25-30 persen tiap tahun di masa depan.

"Slot kami sudah dipesan semua pada 2021 untuk konversi pertama," kata Lam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA