Senin 14 Dec 2020 00:15 WIB

Ratusan Santri dan Ustadz Jalani Isolasi di Pesantren

Ratusan Santri dan Ustadz Jalani Isolasi di Lingkungan Pondok

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Andi Nur Aminah
Wali kota Salatiga, Yuliyanto
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Wali kota Salatiga, Yuliyanto

REPUBLIKA.CO.ID, SALATIGA -- Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menegaskan, telah mendapatkan laporan langsung dari salah satu pengelola pondok, di lingkungan Sidorejo tentang klaster Covid-19 di sejumlah lingkungan belajar santri. Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menegaskan, dalam penjelasan tersebut terungkap, indikasi gejala Covid-19 berupa anosmia pada beberapa santri, kali pertama diketahui pada Ahad 29 Nopember 2020 lalu. "Atas indikasi tersebut, pengelola segera melapor ke Puskesmas Sidorejo, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga,” ungkapnya, Ahad (13/12) petang.  

Sebagai tindak lanjut atas laporan tersebut, jelas wali kota, pada 5 dan 7 Desember 2020 telah dilakukan tes usap massal oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga. Tes usap massal tersebut  menyasar seluruh santri dan ustadz dengan jumlah total mencapai 219 orang.

Baca Juga

Rinciannya terdiri atas 188 orang santri dan 31 ustadz beserta keluarganya. Selanjutnya, dari hasil tes usap massal tersebut diketahui sebanyak 183 orang di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Atas perkembangan tersebut, pengelola pondok telah melakukan langkah-langkah seperti melakukan lockdown total. “Artinya tidak ada satu pun penghuni maupun orang dari luar yang bisa keluar masuk lingkungan pondok tersebut,” jelasnya.

Langkah-langkah lain yang dilakukan pengelola, lanjut Yuliyanto, meliputi melaksanakan protokol kesehatan (prokes) serta SOP pencegahan di dalam lingkungan pondok secara ketat. Juga meniadakan sejumlah kegiatan internal yang berpotensi terhadap terjadinya kerumunan.

Untuk memastikan penanganan, pengelola juga mengisolasi para santri dan ustadz yang positif Covid-19, di ruang isolasi. Isolasi bagi santri serta ustadz yang positif terpapar tersebut juga dipisahkan dengan santri maupun ustad yang negatif.

Upaya lain yang dilakukan pengelola, lanjutnya, adalah melengkapi berbagai fasilitas yang mendukung penerapan prokes maupun SOP pencegahan Covid-19 di lingkungan pondok. “Termasuk memberikan asupan gizi dan vitamin serta suplemen sebagai asupan tambahan dan serta terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga,” jelas wali kota.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement