Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

DPP Hidayatullah Minta MUI Menasihati Pemimpin

Ahad 13 Dec 2020 14:17 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

DPP Hidayatullah Minta MUI Menasihati Pemimpin. Foto: Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq MA membuka Munas V Hidayatullah, Kamis (29/10).

DPP Hidayatullah Minta MUI Menasihati Pemimpin. Foto: Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq MA membuka Munas V Hidayatullah, Kamis (29/10).

Foto: Dok Hidayatullah
MUI diminta DPP Hidayatullah menasihati pemimpin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ustaz Nashirul Haq menyampaikan, peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang harus dominan adalah menjadi wadah para ulama dan cendekiawan Muslim untuk mencerahkan dan mencerdaskan umat. Serta berperan menjadi guru bangsa yang membimbing dan menasihati umara atau pemimpin.

"MUI juga harus menjadi wadah silaturahmi antar ormas dan tokoh, serta (MUI) tidak didominasi oleh ormas tertentu saja," kata Ustaz Nashirul melalui pesan tertulis kepada Republika, Jumat (11/12) malam.

Ketua Umum DPP Hidayatullah juga menanggapi keinginan MUI merangkul sekitar 30 persen umat Islam di Indonesia yang tidak berafiliasi dengan ormas-ormas Islam. Keinginan MUI itu disampaikan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI, KH Masduki Baidlowi awal bulan ini.

Menurut Ustaz Nashirul, pembinaan masyarakat Muslim oleh organisasi Islam selama ini dinilai sangat efektif, terlebih organisasi Islam berbasis kader. Hidayatullah sendiri selama ini telah melakukan pembinaan dengan membentuk halaqoh-halaqoh pekanan yang dibimbing murobbi.

"Kami juga melakukan taklim pekanan dan bulanan, juga membentuk karakter berinfak harian, membaca Quran dan aktivitas positif lainnya," ujarnya.

Ustaz Nashirul mengatakan, adapun terhadap sekitar 30 persen penduduk yang belum masuk dalam organisasi Islam, menurutnya akan lebih bagus bila mereka diimbau untuk masuk ke dalam organisasi Islam yang mereka senangi. Bila mereka tidak bersedia masuk ke organisasi Islam, maka silahkan MUI mengambil peran pembinaan kepada mereka.

"Mengambil peran pembinaan kepada mereka dengan memperhatikan karakter mereka yang kebanyakan anak-anak milenial," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Infokom MUI, KH Masduki menjelaskan, salah satu tantangan MUI saat ini adalah merangkul sekitar 30 persen umat Islam di Indonesia yang tidak berafiliasi dengan ormas-ormas Islam. Hal ini ia ungkapkan dalam kegiatan Halaqah Pimpinan Media Massa MUI Pusat secara daring pada Kamis (3/12).

MUI menyampaikan, angka 30 persen ini merupakan hasil survei. Peran MUI sangat diperlukan agar bisa menyatukan semuanya ke dalam satu visi bangsa. Kalangan masyarakat tanpa ormas ini mayoritas di antaranya adalah milenial.

Menurut data, milenial lebih memilih berguru atau mencari ilmu keislaman melalui tokoh-tokoh idolanya. Terutama tokoh-tokoh agama yang melakukan dakwah melalui jalur dunia maya atau media sosial.

"Kalangan milenial itu justru masa depan kita. Kalau misalnya yang mereka serap keilmuannya itu dari media sosial yang memiliki paham-paham yang keras, ini yang saya kira menjadi garapan terbesar MUI," ujar Kiai Masduki dilansir dari laman resmi MUI.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA