Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

China Pimpin Pemulihan Industri Otomotif

Sabtu 12 Dec 2020 17:26 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Fuji Pratiwi

Seorang karyawan memeriksa kendaraan di sebuah dealer kendaraan (ilustrasi). Penjualan kendaraan China diproyeksikan mencapai 25,3 juta unit pada tahun ini.

Seorang karyawan memeriksa kendaraan di sebuah dealer kendaraan (ilustrasi). Penjualan kendaraan China diproyeksikan mencapai 25,3 juta unit pada tahun ini.

Foto: EPA-EFE/MICHAEL REYNOLDS
Penjualan kendaraan pada 2021 diprediksi naik empat persen menjadi 26,3 juta unit.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Penjualan kendaraan China diproyeksikan mencapai 25,3 juta unit pada tahun ini. Pasar kendaraan terbesar di dunia tersebut terus memimpin pemulihan industri otomotif global setelah mengalami pukulan keras hingga mencapai titik terendah pada awal pandemi Covid-19.

Pejabat senior di Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) Xu Haidong memproyeksikan, penjualan mobil di China pada tahun ini mencapai 20,2 juta kendaraan penumpang dan 5,1 juta kendaraan komersial yang mencakup truk dan bus. Seperti dilansir Reuters, Jumat (11/12), angka ini turun tipis, 1,5 persen, dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 25,77 juta kendaraan.

Baca Juga

Xu mengatakan, pemulihan akan terakselerasi pada tahun depan. CAAM memperkirakan, penjualan keseluruhan pada 2021 naik sekitar empat persen dari tahun ini, menjadi 26,3 juta unit kendaraan. Pertumbuhan ini berkat kebijakan pemerintah yang mendukung industri dan diskon para produsen mobil.

Xu mengatakan, China diperkirakan dapat menjual 1,8 juta kendaraan energi terbarukan (NEV) pada tahun depan. Jumlah ini naik dari 1,3 juta tahun ini dan 1,2 juta pada tahun lalu. NEV termasuk kendaraan bertenaga baterai listrik, plug in bensin-listrik dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen.

CAAM juga memproyeksikan, penjualan di China mencapai 30 juta kendaraan pada 2025.

Proyeksi terbaru CAAM menunjukkan perbaikan dibandingkan awal pandemi. Pada Maret, setelah berbulan-bulan pemerintah melakukan kebijakan pembatasan wilayah, penjualan mobil China diproyeksikan turun 15 persen hingga 25 persen tahun ini sebagai dampak dari pandemi Covid-19. CAAM mengubah proyeksinya karena penjualan yang kembali pulih.

Pada bulan lalu saja, penjualan mobil di China mengalami kenaikan 12,6 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu, menjadi 2,77 juta kendaraan. Data CAAM menunjukkan, ini merupakan kenaikan bulan kedelapan berturut-turut.

Sementara itu, penjualan NEV naik 105 persen menjadi 200 ribu, kenaikan bulan kelima berturut-turut. NEV termasuk kendaraan listrik bertenaga baterai, plug in bensin dan listrik hingga kendaraan sel bahan bakar hidrogen.

Produsen NEV lokal seperti Nio Inc dan Xpeng Inc hingga kelompok asing seperti Tesla Inc memperluas kapasitas manufaktur di China. Hal ini seiring dengan promosi pemerintah terhadap kendaraan ramah lingkungan untuk mengurangi polusi udara.

Ketika industri otomotif global terpukul keras akibat pandemi Covid-19, China telah menjadi secercah harapan bagi para produsen mobil. Di antaranya, Volkswagen AG dan General Motors Co.

Produsen mobil global seperti Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co Ltd telah memproyeksikan keuntungan yang lebih tinggi saat penjualan China melonjak.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA