Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Manajemen Baru Jiwasraya Ungkap Perjuangan Selama 2 Tahun

Sabtu 12 Dec 2020 13:58 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko. Manajemen baru Jiwasraya menjelaskan perjuangan melakukan penyelamatan polis selama dua tahun terakhir ini.

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko. Manajemen baru Jiwasraya menjelaskan perjuangan melakukan penyelamatan polis selama dua tahun terakhir ini.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Dua tahun ini, pemerintah dan manajemen mencari langkah penyelamatan seluruh polis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) secara resmi telah mengumumkan program restrukturisasi polis kepada seluruh nasabah Jiwasraya.

Ketua Koordinasi Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan, Program Restrukturisasi Polis ini dilakukan setelah lebih dari dua tahun terakhir pemerintah bersama manajemen baru mengupayakan sejumlah langkah strategis demi menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya.

"Bahkan untuk mempercepat pelaksanaan program restrukturisasi pemerintah telah membentuk Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya mengacu pada surat keputusan Menteri BUMN," ujar Hexana usai Pengumuman Program Restrukturisasi Polis Jiwasraya, Jumat (11/12).

Baca Juga

Hexana mengungkapkan, selain menghentikan produk-produk asuransi yang merugikan, manajemen baru Jiwasraya juga telah melakukan sejumlah transformasi perusahaan. Hal itu demi mempertahankan operasional Jiwasraya, hingga akhirnya pemerintah bersama DPR memutuskan untuk melaksanakan program restrukturisasi polis.

Sejumlah langkah strategis ini, kata dia, dilakukan menyusul terus menurunnya kondisi keuangan Jiwasraya sebagai ekses tingginya beban bunga akibat penerbitan produk-produk terdahulu. Ia pun menjelaskan sebagai rangkaian program restrukturisasi, polis-polis Jiwasraya yang telah direstrukturisasi pun akan dipindah ke entitas baru bernama IFG Life, yang mana akan melanjutkan pemberian manfaat polis eks Jiwasraya ke depannya.

"Semoga pelaksanaan program restrukturisasi ini dipahami sebagai bentuk perjuangan, komitmen dan tanggungjawab kami kepada nasabah," kata Hexana yang juga Direktur Utama Jiwasraya sejak Januari 2019.

Dalam rangkaian penyelamatan polis Jiwasraya, pemerintah bersama DPR telah menyetujui Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 22 triliun kepada IFG untuk mendirikan IFG Life. Tak hanya itu, untuk memperkuat keuangan IFG Life manajemen holding BUMN di bidang perasuransian dan penjaminan ini juga akan menyiapkan dana sebesar Rp 4,7 triliun yang berasal dari setoran dividen anak usahanya.

Nantinya, kata Hexana, IFG Life sendiri akan memiliki bisnis di sektor asuransi jiwa, kesehatan, dan pengelolaan dana pensiun dengan membidik pasar yang berangkat dari ekosistem BUMN dan masyarakat umum. Hexana menyebut tujuan utama program restrukturisasi ini adalah menyelamatkan polis Jiwasraya dengan menjaga keberlangsungan manfaat polis oleh IFG Life ke depannya. 

"Kami berterima kasih kepada seluruh pemegang polis yang telah dan tetap menaruh kepercayaan kepada pemerintah dan bersabar menanti hasil dari perjuangan Kami," kata Hexana menambahkan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA