Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Kosmonaut Rusia akan Terima Vaksin Sputnik V

Sabtu 12 Dec 2020 05:44 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ani Nursalikah

Kosmonaut Rusia akan Terima Vaksin Sputnik V. Seorang pekerja medis Rusia menyiapkan uji coba vaksin terhadap COVID-19 untuk sukarelawan dalam tahap pasca-pendaftaran tes di rumah sakit rawat jalan nomor 68 di Moskow, Rusia, 17 September 2020. Rusia mendaftarkan vaksin baru yang disebut

Kosmonaut Rusia akan Terima Vaksin Sputnik V. Seorang pekerja medis Rusia menyiapkan uji coba vaksin terhadap COVID-19 untuk sukarelawan dalam tahap pasca-pendaftaran tes di rumah sakit rawat jalan nomor 68 di Moskow, Rusia, 17 September 2020. Rusia mendaftarkan vaksin baru yang disebut

Foto: EPA-EFE/SERGEI ILNITSKY
Rusia mendaftarkan vaksin virus corona pertama di dunia, Sputnik V.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kosmonaut Rusia dikabarkan akan disuntik vaksin Sputnik V buatan dalam negeri guna menangkal Covid-19. Kabar tersebut disampaikan oleh Lembaga Investasi Rusia yang bertanggungjawab atas Sputnik V.

Dilansir di kantor berita Sputnik, Jumat (11/12), Lembaga Investasi Rusia menyampaikan pelatihan kosmonaut di fasilitas pusat pelatihan Yury Gagarin dimulai dengan vaksinasi Sputnik V. Semua personel yang berinteraksi dengan mereka juga akan segera mendapat kesempatan serupa.

"Sputnik V jadi nama vaksin yang sesuai dengan satelit buatan pertama di bumi," tulis keterangan resmi Lembaga Investasi Rusia.

Baca Juga

Karyawan lain dari pusat pelatihan dan badan antariksa juga akan memiliki kesempatan untuk divaksinasi di kemudian hari. Menurut Sputnik, pekan lalu, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengumumkan peluncuran program vaksinasi Covid-19 Rusia.

Pengumuman itu menandai 5.000 pekerja garis depan, termasuk tenaga medis, pekerja layanan sosial, dan guru, telah didaftarkan menerima vaksin dalam lima jam pertama. Rusia mendaftarkan vaksin virus corona pertama di dunia, Sputnik V, pada 11 Agustus.

Sekitar 50 negara telah memesan 1,2 miliar dosis vaksin. Vaksin lain, EpiVacCorona, telah didaftarkan pada Oktober. Dan yang ketiga yang dikembangkan oleh Chumakov Institute saat ini sedang menjalani uji klinis yang diharapkan selesai pada akhir tahun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA