Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Hikmah di Balik Wafatnya Paman Nabi Muhammad

Sabtu 12 Dec 2020 05:18 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Hikmah di Balik Wafatnya Paman Nabi Muhammad. Rasulullah SAW (ilustrasi)

Hikmah di Balik Wafatnya Paman Nabi Muhammad. Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: republika
Allah pun mencukupkan tugas Abu Thalib di dunia dengan mewafatkannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika Allah SWT mencabut nyawa paman Nabi, Abu Thalib, Rasulullah merasakan duka yang mendalam atas kepergian sosok yang selalu membela dakwahnya. Meski, Abu Thalib sendiri belum sempat beriman dan mengucapkan syahadat di masa hidupnya.

Sejatinya, terdapat hikmah mengenai kepergian Abu Thalib selama-lamanya dari hadapan Nabi di saat Nabi sangat membutuhkan pendamping dan pembela dakwahnya di Makkah. Pakar Ilmu Tafsir asal Indonesia, Prof Quraish Shihab, dalam buku berjudul Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW menjelaskan mengenai hikmah di balik meninggalnya paman Nabi itu.

Baca Juga

Disebutkan bahwa boleh jadi apa yang dilakukan Allah adalah untuk menampik dugaan yang bisa jadi muncul dari sebagian orang atas peranan Abu Thalib yang diakui oleh lawan dan kawan. Kemudian oleh Muslim dan non-Muslim, sedemikian besarnya sehingga tanpa pembelaannya Islam tidak dapat tersebar. Tidaklah begitu.

Peranan Abu Thalib telah terbukti pada masa-masa lalu. Namun demikian, kelanjutan usia Abu Thalib hingga tersebarnya Islam dan tersingkirnya gangguan terhadap Nabi bisa jadi menimbulkan kesan bahwa tanpa bantuannya Islam tidak mungkin tersebar.

Sehingga Allah pun mencukupkan tugas Abu Thalib di dunia dengan mewafatkannya agar terbukti dengan gamblang dan mutlak peran Allah. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surah Ali Imran ayat 126: “Wa maa an-nashru min indillahil-azizil-hakimi,”. Yang artinya: “Kemenanganmu tidak lain hanyalah bersumber dari Allah semata-mata, Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana,”.

Sebab ada atau tidak adanya Abu Thalib, Allah menjamin Rasul-Nya bahwa dia tidak mungkin akan dicederai oleh siapa pun. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran Surah Al-Maidah ayat 5 berbunyi: “Wallahu ya’shimuka minannasi,”. Yang artinya: “Allah memelihara kamu dari manusia,”.

Dijelaskan bahwa Allah memelihara Nabi dari pembunuhan dan keberhasilan dari lawan-lawan yang hendak menghentikan dakwahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA