Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Top 5 News: dr Tirta Mualaf, JK Sentil Ormas Islam Soal HRS

Sabtu 12 Dec 2020 07:12 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla menyindir ormas Islam dan partai Islam soal kasus Habib Rizieq Shihab.

Mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla menyindir ormas Islam dan partai Islam soal kasus Habib Rizieq Shihab.

Foto: republika
Jumlah mualaf di Israel mengalami peningkatan drastis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus meninggalnya enam Laskar FPI masih terus berlanjut. Berita-berita yang muncul di Republika.co.id tentang kasus tersebut dalam beberapa hari terakhir selalu masuk dalam jajaran top 5 news.

Berita terpopuler para Jumat, 11 Desember 2020 ditempati penjelasan Ketua ICMI, Prof Jimly Asshiddiqie yang tidak meneken surat yang dikeluarkan ICMI tentang wafatnya enam Laskar FPI. Tak hanya berita soal Laskar FPI, dua berita mualaf juga masuk jajaran berita terpopuler di Republika.co.id, Jumat (11/12). Berikut daftarnya:

1. Jimly Jelaskan tidak Teken Sikap ICMI tentang 6 Laskar FPI
JAKARTA -- Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengeluarkan pernyataan sikap tentang terbunuhnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh polisi di jalan Tol Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) dini hari WIB. ICMI menyampaikan lima butir pernyataan terkait kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) tersebut.

Isi pernyataan sikap ICMI, yaitu menyesalkan hilangnya nyawa dan mendesak pembentukan Tim Independen Pencari Fakta dari Komisi Nasional (Komnas) HAM, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), lembaga independen, dan tokoh kredibel pegiat kemanusiaan untuk menyelidiki kasus tersebut.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Prof Jimly Asshiddiqie.

Namun, sikap ICMI tersebut dirasa janggal lantaran tidak diteken Ketua Umum (Ketum) ICMI periode 2015-2020 Prof Jimly Asshiddiqie. Pernyataan yang dibuat pada Rabu (9/12) ditandatangani Wakil Ketum ICMI Priyo Budi Santoso dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mohammad Jafar Hafsah.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Alhamdulillah, Makin Banyak Mualaf di Israel

YERUSALEM -- Jumlah mualaf di Israel mengalami peningkatan drastis belakangan ini. Meski demikian, Organisasi Yahudi tak tinggal diam dan berupaya ‘menarik’ kembali para mualaf ke agama asal mereka.

Dilansir di Sputnik News, Kamis (10/12), pada 2017 ketika seorang wanita muda Yahudi dari Israel selatan Noy Shitrit masuk Islam dan menikah dengan seorang Arab-Israel, kisah itu mengejutkan banyak orang di negara tersebut.Alhamdulillah, Makin Banyak Mualaf di Israel. Pria Muslim shalat saat sholat Jumat, di samping Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa di kota tua Yerusalem, Jumat, 6 November 2020.

Publik Israel biasanya tidak memandang pernikahan seperti itu secara positif. Alasannya adalah konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun, pertumpahan darah selama bertahun-tahun, dan hasutan bersama menjadi pemicu ketidakmungkinan hubungan antara keduanya.

Baca berita selengkapnya di sini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA