Jumat 11 Dec 2020 22:23 WIB

Ruang ICU-Isolasi Covid-19 Jakbar Terisi 70 Persen Lebih

Dari 988 tempat tidur isolasi Covid-19 yang tersedia, 748 sudah terpakai.

Ilustrasi Covid-19. Data lengkap ketersediaan tempat tidur isolasi Covid-19 di Jakarta dapat diakses di http://eis.dinkes.jakarta.go.id/bed/.
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19. Data lengkap ketersediaan tempat tidur isolasi Covid-19 di Jakarta dapat diakses di http://eis.dinkes.jakarta.go.id/bed/.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keterpakaian ruang unit perawatan intensif (ICU) maupun ruang isolasi Covid-19 di Jakarta Barat pada Jumat (11/12) sudah lebih dari 70 persen. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Wathini mengungkap data tersebut dari 18 rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di wilayahnya.

"Saat ini, tempat tidur isolasi Covid-19 yang sudah terpakai 748 tempat tidur dari 988 yang tersedia," ujar Kristi, di Jakarta, Jumat.

Baca Juga

Artinya, tinggal 240 tempat tidur isolasi pasien Covid-19 yang masih tersisa di Jakarta Barat. Selain itu, ketersediaan tempat tidur ICU di rumah sakit Jakarta Barat terbilang kurang dari setengahnya.

Dari 131 tempat tidur ICU yang tersedia, sudah terpakai 108 ruangan. Dengan begitu, hanya tersisa 23 tempat tidur.

Data lengkap ketersediaan tempat tidur isolasi Covid-19 di Jakarta dapat diakses di http://eis.dinkes.jakarta.go.id/bed/. Di laman web tersebut, terdapat data seluruh rumah sakit yang menampung kasus Covid-19 di Jakarta.

Di Jakarta Barat, rumah sakit yang menampung pasien Covid-19 di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, RS Pelni, RS Kanker Dharmais, dan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kecamatan Kalideres, RS Umum Kembangan, dan RS Umum Anggrek Mas. Kristi mencontohkan, di RS Umum Daerah Cengkareng, ketersediaan tempat tidur isolasi tanpa tekanan negatif tinggal 90 tempat tidur dari 229 yang disediakan.

Sementara di RS Pelni ketersediaan tempat tidur isolasi tanpa tekanan negatif tersisa 43 tempat tidur dari total 168 yang tersedia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement