Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Ketua DPR: Kehadiran Vaksin Memberi Harapan

Jumat 11 Dec 2020 15:51 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bayu Hermawan

Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-10 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2020-2021, Jumat (11/12/2020). Rapat tersebut digelar dalam rangka penutupan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2020-2021.

Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-10 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2020-2021, Jumat (11/12/2020). Rapat tersebut digelar dalam rangka penutupan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2020-2021.

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Ketua DPR Puan Maharani mengatakan kehadiran vaksin memberi harapan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah, bahkan mencetak rekor baru. Melihat hal tersebut, ia memandang kehadiran vaksin tentu akan menjadi harapan bagi masyarakat Indonesia.

"Kehadiran vaksin Covid-19 tentu memberikan harapan yang besar untuk dapat segera mengakhiri pandemi Covid-19. Dalam penanganan vaksin Covid-19, pemerintah agar memastikan bahwa vaksin tersebut aman dan layak," ujar Puan dalam pidato penutupan Masa Sidang II Tahun 2020-2021, Jumat (11/12).

Baca Juga

Pemerintah dimintanya untuk segera melakukan sosialisasi dan edukasi ke publik terhadap vaksin Covid-19. Agar seluruh lapisan masyarakat dapat memahami manfaat besar dari vaksin yang telah didatangkan oleh pemerintah.

Tak lupa, ia mengapresiasi kerja seluruh pihak dalam penanganan pandemi Covid-19. "DPR mengapresiasi kerja keras dan gotong royong yang telah dilakukan pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19," ujar Puan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX Ansory Siregar mengatakan bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac seharusnya terlebih dahulu mendapatkan emergency use authorization (EUA) atau skema kegawatdaruratan kesehatan masyarakat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurutnya, hal seperti ini tak boleh terjadi.

"Ini cacat ini mendatangkan vaksin ini, apalagi Turki dan Brazil sudah menyetop kerja sama dengan Sinovac," ujar Ansory.

Namun karena vaksin sudah tiba di Indonesia, ia meminta pemerintah untuk terlebih dahulu menunggu terbitnya EUA dari BPOM. Agar nantinya tak menimbulkan efek samping saat proses vaksinasi ke masyarakat." Jadi mohon pimpinan (DPR) mengeluarkan kepada pemerintah agar menunggu izin dari Badan POM baru didatangkan vaksin tersebut," ujar Ansory.

Vaksin Sinovac dari China tiba di Terminal Cargo, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada pukul 21.23 WIB. Vaksin siap jadi tersebut dikemas di dalam cold storage berwarna putih.

Benda yang dinilai sebagai game changer pandemi Covid-19 itu datang dari Beijing menggunakan Pesawat Garuda Indonesia GIA810 dengan pesawat jenis Boeing 777-300 ER. Dari bagasi pesawat tampak peti kemas dingin turun satu per satu. Peti kemas yang membungkus vaksin tersebut pun bertuliskan Envirotainer.

Presiden Joko Widodo mengatakan vaksin Sinovac yang tiba tersebut berisi 1,2 juta dosis vaksin. Nantinya, vaksin ini akan melalui tahap screening oleh BPOM sebelum kemudian disalurkan ke masyarakat.

"Malam ini, alhamdulillah 1,2 juta vaksin sudah datang. Tapi ini masih perlu tahapan tahapan yang dilakukan oleh BPOM. Hasil uji klinis ini juga menetukan kapan vaksin ini bisa mulai disalurkan," ujar Jokowi, Ahad (6/12).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA