Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Nigeria Terancam di Ambang Gelombang Kedua Covid-19

Jumat 11 Dec 2020 15:30 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang konsisten di Nigeria.

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Nigeria terancam berada di ambang gelombang kedua infeksi Covid-19. Demikian disampaikan menteri kesehatan pada Kamis (10/12).

Menteri Kesehatan Osagie Ehanire mengatakan pada konferensi pers di Ibu Kota Abuja bahwa pekan lalu pihaknya mencatat 1.843 kasus, dibandingkan dengan 1.235 pada dua pekan sebelumnya. "Kita mungkin berada pada ambang gelombang kedua pandemi ini," katanya.

Baca Juga

Pernyataannya itu datang satu hari usai Afrika Selatan mengumumkan telah resmi memasuki gelombang kedua. Dalam keterangan pekanan, satuan tugas Covid-19 Nigeria, Ehanire mengatakan, lonjakan dalam jumlah kasus sebagian besar akibat peningkatan infeksi di komunitas-komunitas. Kemudian dalam jumlah yang lebih sedikit, ditularkan oleh para pengunjung yang masuk ke Nigeria.

Satuan tugas telah memerintahkan pembukaan kembali semua pusat perawatan isolasi yang telah ditutup sebelumnya. Nigeria, dengan populasi sekitar 200 juta orang, telah mencatat 70.669 kasus yang dikonfirmasi, dengan 1.184 orang meninggal dunia.

Direktur Eksekutif Badan Pengembangan Kesehatan Utama Nasional, Faisal Shuaib, mengatakan Nigeria berencana untuk mengakses vaksin Covid-19 melalui inisiatif Covax yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Kita berada di jalur untuk mengakses vaksin Covid-19 yang aman dan efektif pada kuartal pertama 2021," ujarnya.

Menteri kesehatan mengatakan pada taklimat itu bahwa Nigeria berharap untuk mulai dengan setidaknya 20 juta dosis dari fasilitas Covax, dengan terlebih dahulu memberikannya kepada pekerja sektor kesehatan dan mereka yang rentan terhadap risiko terinfeksi, termasuk penduduk lanjut usia.

Pada Kamis, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika mendorong negara-negara kaya yang telah memesan lebih banyak vaksin Covid-19 dari yang dibutuhkan untuk mempertimbangkan pemberian dosis lebih itu kepada Afrika.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA