Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Belanda Usir Dua Diplomat Rusia karena Dugaan Spionase

Jumat 11 Dec 2020 12:40 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera Rusia

Bendera Rusia

Foto: forbes.com
Diplomat Rusia diduga terlibat dalam kegiatan mata-mata di bidang teknologi dan sains

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Belanda mengusir dua diplomat yang bekerja di Kedutaan Besar Rusia pada Kamis (10/12). Mereka dituduh melakukan spionase. 

Badan Intelijen Umum dan Keamanan Belanda (AIVD) mengatakan kedua diplomat yang diusir itu terakreditasi. Namun, mereka bekerja untuk dinas intelijen sipil Rusia SVR.

Baca Juga

AIVD menyebut kedua diplomat Rusia itu terlibat dalam kegiatan mata-mata di bidang teknologi dan sains. Mereka pun membangun jaringan sumber yang substansial. Sumber mereka aktif atau pernah aktif di sektor teknologi tinggi Belanda.

AIVD meyakini kedua diplomat Rusia mengincar perusahaan yang bekerja di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, dan nanoteknologi. Semua teknologi itu hendak digunakan dalam aplikasi sipil serta militer, termasuk dalam sistem senjata. 

"Beberapa orang dibayar oleh perwira intelijen dengan imbalan informasi," kata AIVD. AIVD mengidentifikasi satu dari dua diplomat Rusia itu sebagai perwira intelijen. Dia adalah figur yang mengemban tugas utama.

Sementara diplomat kedua diduga memiliki peran pendukung. "Kedua perwira intelijen tersebut telah dinyatakan 'persona non grata' oleh Kementerian Luar Negeri (Belanda). Artinya mereka tidak lagi diizinkan untuk beroperasi sebagai diplomat di Belanda dan harus segera meninggalkan negara kami," kata AIVD. 

Rusia belum menanggapi pengusiran tersebut. Namun, hal itu diprediksi bakal membebani hubungan Amsterdam-Moskow yang sudah tegang pasca-jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di atas Ukraina pada 2014. 

Pesawat dengan rute Amsterdam-Belanda itu diyakini jatuh karena ditembak oleh pasukan Rusia yang sedang berada di Ukraina. Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 298 orang tewas dalam insiden tersebut.

Pemerintah Rusia telah membantah terlibat dan bertanggung jawab dalam peristiwa itu. 

sumber : AP/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA