Jumat 11 Dec 2020 07:58 WIB

Cegah Radikalisme, AP II Tingkatkan Koordinasi Keamanan

Upaya pengamanan dilakukan dengan pendekatan internal dan eksternal

Rep: rahayu subekti/ Red: Hiru Muhammad
Petugas keamanan melakukan penjagaan di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (21/2).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Petugas keamanan melakukan penjagaan di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (21/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–-PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meningkatkan koordinasi terkait aspek keamanan bandara. Khususnya dalam rangka mencegah radikalisme dan terorisme.

“Keamanan adalah fokus utama dan sejalan dengan itu, AP II selalu meningkatkan dan memperbarui prosedur serta fasilitas untuk memastikan keamanan dan mencegah aksi teror seperti misalnya di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan pintu gerbang utama Indonesia dan bandara terbesar serta tersibuk di tanah air,” kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (11/12).

Dia mengatakan, antisipasi, pencegahan, dan penanggulangan keadaan yang membahayakan bandara dan publik di bandara dilakukan secara pendekatan keamanan internal dan eksternal. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional bandara serta penerbangan.

Awaluddin memastikan, saat ini Bandara Soekarno-Hatta sudah dilengkapi fasilitas keamanan setara dengan bandara-bandara internasional lain di dunia. Beberapa diantaranya seperti CCTV dengan kemampuan analytics dan Baggage Handling System (BHS) level 5 di Terminal 3 yang dapat mendeteksi bahan peledak. Dia menuturkan, saat ini baru saja didatangkan penahan ledakan dengan advanced technology yang pertama digunakan di bandara Indonesia dan diberi nama Nakula.

Teknologi Airport Security Web juga sudah diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta. “Teknologi ini dapat memonitor operasional personel aviation security secara digital,” ujar Awaluddin.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar berharap ke depannya kerja sama antara BNPT dengan AP II dapat segera dikonkretkan. Khususnya melalui program bersama demi memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan dan seluruh masyarakat.

“Kita harus menjamin bahwa seluruh bandara yang ada di seluruh Indonesia terbebas dari potensi ancaman, karena bandara adalah gerbang awal baik itu antarnegara mau pun antarpulau,” ujar Rafli.

Rafli mengatakan, pengguna jasa penerbangan termasuk yang sangat tinggi sehingga keamanan dan keselamatan harus dijamin. Artinya, kata Rafli, negara memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia dan internasional. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement