Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Airbnb Jual Saham di Atas Target dalam IPO Terbesar 2020

Jumat 11 Dec 2020 04:43 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolandha

Airbnb

Airbnb

Foto: .
Harga saham Airbnb terjual 68 dolar AS per saham.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Airbnb Inc telah menjual saham dalam penawaran umum perdana (IPO) dengan harga 68 dolar AS per saham. Nilai ini di atas kisaran harga yang ditargetkan untuk mengumpulkan sekitar 3,5 miliar dolar AS.

IPO memberi Airbnb valuasi yang sepenuhnya terdilusi, yang mencakup sekuritas seperti opsi dan unit saham terbatas sebesar 47,3 miliar dolar AS. Ini membatasi perputaran keuntungan bagi perusahaan persewaan rumah AS yang terpukul keras oleh pembatasan perjalanan yang digunakan untuk mengekang pandemi Covid-19.

Airbnb telah merencanakan untuk menjual sekitar 51 juta saham masing-masing seharga 56 dolar AS hingga 60 dolar AS, setelah menaikkan kisaran ini dari target sebelumnya sebesar 44 dolar AS menjadi 50 dolar AS per saham.

IPO Airbnb adalah yang terbesar oleh perusahaan yang beroperasi di AS pada tahun 2020 dalam tahun yang aktif untuk listing AS, dengan perusahaan teknologi seperti DoorDash Inc dan Snowflake Inc yang go public.

Penawaran saham tersebut juga menandai kebangkitan kembali Airbnb setelah mengalami penurunan tajam dalam pemesanan dan peningkatan pembatalan karena virus corona menyebar ke seluruh dunia sembilan bulan lalu.

Pada bulan April, Airbnb mengumpulkan 1 miliar dolar AS dari perusahaan ekuitas swasta Silver Lake dan Sixth Street Partners saat berusaha meningkatkan cadangan uang tunai di tengah penurunan pendapatan. Penggalangan dana itu memvaluasi Airbnb senilai 18 miliar dolar AS, di bawah valuasi 26 miliar dolar AS pada awal Maret sebelum pandemi dimulai.

Airbnb juga telah meluncurkan serangkaian langkah pemotongan biaya, termasuk menghentikan perekrutan, menangguhkan aktivitas pemasaran, dan memotong gaji eksekutif, dalam upaya menghemat hingga 800 juta dolar AS tahun ini.

Tetapi karena lockdown mereda dan dengan lebih banyak wisatawan memilih untuk memesan rumah daripada hotel, pendapatan Airbnb pulih dari kemerosotan musim panas menjadi 1,34 miliar dolar AS pada kuartal ketiga. Perusahaan juga membukukan keuntungan kejutan sebesar 219,3 juta dolar AS, turun sedikit dari 266,7 juta dolar AS pada tahun lalu.

Airbnb didirikan pada tahun 2008 oleh Brian Chesky dan Joe Gebbia sebagai situs web untuk menerima pemesanan kamar selama konferensi, termasuk Konvensi Nasional Partai Demokrat tahun itu di Denver.

Beberapa investor Airbnb termasuk firma modal ventura Sequoia Capital dan Andreessen Horowitz, Aktor Hollywood Ashton Kutcher, perusahaan pembelian General Atlantic, TPG, Hillhouse Capital, dan firma manajemen investasi Vanguard Group dan Fidelity Investments.

Saham perusahaan dijadwalkan untuk mulai diperdagangkan di Nasdaq pada hari Kamis di bawah ticker "ABNB." Morgan Stanley dan Goldman Sachs adalah penjamin emisi utama untuk penawaran Airbnb. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA