Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Ketua MPR Dorong Kemenkes Tekan Jumlah Nakes Terpapar Corona

Kamis 10 Dec 2020 18:22 WIB

Red: Gita Amanda

Sejumlah tenaga kesehatan memasukkan peti berisi jenazah almarhum dokter yang wafat akibat terpapar virus Covid-19. (ilustrasi)

Sejumlah tenaga kesehatan memasukkan peti berisi jenazah almarhum dokter yang wafat akibat terpapar virus Covid-19. (ilustrasi)

Foto: Antara/FB Anggoro
Mendorong Kemenkes memenuhi kebutuhan dokter dan nakes sesuai standar WHO

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terhitung sejak Maret hingga Desember 2020 banyak tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan perawat meninggal akibat terinfeksi virus Covid-19, serta masih terus bertambahnya nakes yang terpapar Covid-19. Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah tersebut, dan menyarankan agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya menekan jumlah nakes yang terpapar Covid-19 maupun meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

Bamsoet meminta para dokter dan nakes dilengkapi dengan APD serta memastikan setiap rumah sakit khususnya rumah sakit rujukan Covid-19 menerapkan pengaturan sistem shifting bagi nakes agar para nakes tidak kelelahan selama bertugas serta stamina nakes tetap terjaga dengan baik. "Mendorong Kemenkes memenuhi kebutuhan dokter dan nakes serta memastikan ketersediaan sarana prasarana penanganan Covid-19 yang digunakan oleh para nakes di setiap rumah sakit tersedia dan sesuai standar kesehatan WHO, sehingga dapat meminimalisir nakes terpapar Covid-19 saat menangani pasien," kata Bamsoet dalam siaran pers, Kamis (10/12).

Bamsoet ,endorong Kemenkes bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional (PPNI), dan Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengevaluasi sistem penanganan pasien Covid-19 secara komprehensif dan berkala, sehingga pemerintah dapat mengoptimalkan perlindungan bagi para nakes dari paparan Covid-19. Ia meminta komitmen pemerintah untuk terus memaksimalkan upaya-upaya yang dapat melindungi dan menjaga kesehatan serta mengutamakan keselamatan para nakes selama bertugas.

Baca Juga

Sementara itu, jumlah tes covid-19 yang dilakukan di Indonesia saat ini semakin meningkat, namun tingkat penularan Covid-19 juga semakin tidak terkendali. Bamsoet mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar memahami bahaya yang diakibatkan jika terinfeksi virus corona, dan diharapkan kerja samanya untuk mematuhi upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah, yaitu disiplin mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman satu dengan yang lainnya dalam melakukan setiap aktivitas dan kegiatan.

"Mendorong pemerintah daerah bersama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 atau Satgas Penanganan Covid-19 agar tetap berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di Pusat apabila menghadapi kendala seperti obat-obatan, reagen, maupun alat pelindung diri/APD, sehingga kebutuhan logistik tersebut dapat mencukupi agar tidak menghambat penanganan yang dilakukan kepada pasien covid-19 di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia," ujarnya.

Bamsoet mendorong pemerintah meningkatkan atau mencari strategi penanganan Covid-19 yang lebih efektif, khususnya bagi wilayah-wilayah yang masih terus menerus menyumbang angka tertinggi kasus Covid-19 dan memiliki banyak kasus aktif Covid-19, serta memastikan ketersediaan ruang isolasi dan sarana prasarana termasuk sumber daya manusia/SDM tenaga kesehatan dan jumlah APD yang mencukupi.

"Mendorong pemerintah dan pihak farmasi yang memproduksi vaksin agar terus mengupdate perkembangan vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia, termasuk efektivitas, keamanan, dan sosialisasi bagaimana kinerja vaksin tersebut nantinya," ujar Bamsoet.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA