Kamis 10 Dec 2020 15:00 WIB

Wapres: IGDS Ciptakan Ekosistem Industri Kreatif

Perancang dan pelaku industri dapat memanfaatkan peluang melalui konsep produk baru.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Wapres menilai IDGS 2020 mencitpakan ekosistem industri kreatif.
Foto: dok. KIP/Setwapres
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Wapres menilai IDGS 2020 mencitpakan ekosistem industri kreatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengapresiasi digelarnya acara penghargaan Desain Produk Terbaik Indonesia (Indonesia Good Design Selection-IGDS) 2020 oleh Kementerian Perindustrian. Kegiatan ini merupakan pendorong bagi para desainer dan para pelaku industri untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas desain produk industrinya.

Selain itu, ia menilai IGDS ini merupakan ajang untuk menciptakan ekosistem industri kreatif di Indonesia.

Baca Juga

"Hasil rancangan ini dapat digunakan oleh industri kecil menengah yang memerlukan peningkatan kualitas produknya agar dapat mengikuti selera konsumen dan kompetitif terhadap produk impor," kata Kiai Ma'ruf di acara Penganugerahan Penghargaan Upakarti dan Penghargaan IDGS 2020, di Jakarta, Kamis (10/12).

Berdasarkan laporan Global Industrial Design Market Research 2020, nilai pasar global desain produk industri masih terbuka lebar. Pada 2019, nilainya mencapai 45 miliar dolar AS dan diproyeksi akan mencapai 65 miliar dolar AS pada 2026.

Untuk itu, Kiai Ma'ruf mengharapkan para perancang dan pelaku industri dapat memanfaatkan peluang domestik maupun global melalui konsep produk baru. Tentunya, yang tidak hanya memiliki nilai estetis tetapi memiliki nilai tambah yang tinggi.

Selain itu, ia juga mengharapkan agar Kementerian Perindustrian dapat mendorong para pelaku industri, termasuk industri kecil, memanfaatkan teknologi digital. Baik dalam konteks pemasaran produknya maupaun dalam hal pemanfaatan teknologi digital untuk inovasi produk.

Sebab, pemanfaatan teknologi digital menjadi sebuah keniscayaan apalagi dengan pengalaman pandemi Covid-19 ini.

"Saat kita semua harus bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan konsumen juga berbelanja dari rumah, ketergantungan terhadap teknologi digital semakin terasa," ungkapnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement