Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

7 Cara Hindari Batu Ginjal

Kamis 10 Dec 2020 13:10 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Kesehatan ginjal (Ilustrasi). Batu ginjal bisa tumbuh di bagian mana pun dari saluran kemih, mulai dari ginjal hingga kandung kemih.

Kesehatan ginjal (Ilustrasi). Batu ginjal bisa tumbuh di bagian mana pun dari saluran kemih, mulai dari ginjal hingga kandung kemih.

Foto: Republika.co.id
Penderita batu ginjal bisa merasakan nyeri di bagian pinggang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa kondisi kesehatan bisa terasa terlalu menyakitkan dan membutuhkan intervensi segera, batu ginjal misalnya. Namun, kondisi kesehatan itu dapat dicegah dengan mudah.

Batu ginjal merupakan endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Dokter di Departemen Urologi & Andrologi, Rumah Sakit CK Birla, Gurugram, India, dr Shalabh Aggarwal menjelaskan, program diet, berat badan, dan suplemen atau obat-obatan tertentu merupakan beberapa penyebab batu ginjal.

Apa yang terjadi saat batu terbentuk? Aggarwal menjelaskan, batu-batu itu bisa tumbuh di bagian mana pun dari saluran kemih, mulai dari ginjal hingga kandung kemih. Sering kali, batu ginjal terbentuk ketika urine menjadi kental, memungkinkan mineral mengeras dan menempel.

Mengeluarkan batu ginjal bisa sangat menyakitkan, tetapi biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen, jika dikenali tepat waktu. Bergantung pada kritisnya situasi, seseorang mungkin tidak membutuhkan apa pun selain minum obat pereda sakit dan banyak minum air putih untuk mengeluarkan batu ginjal.

Dalam kasus lain, misalnya, jika batu menyumbat saluran kemih dan menyebabkan infeksi, maka operasi menjadi suatu keharusan. Orang yang terkena batu ginjal akan merasa nyeri pada pinggang disertai masalah berkemih.

Apa penyebab batu ginjal?
Ginjal biasanya menyaring bahan kimia limbah dalam urine, seperti kalsium dan fosfat. Terkadang, ginjal tidak dapat menyaring produk limbah itu.

Baca Juga

Kondisi tersebut bisa terjadi jika ada kelebihan limbah dan ketidakcukupan cairan di ginjal, sehingga menyebabkan terbentuknya kristal. Begitu kristal-kristal ini terbentuk menjadi batu ginjal, maka batu-batu itu mungkin tinggal di ginjal atau menyusuri saluran kemih.

Kadang-kadang, orang tidak dapat mengeluarkan batu itu, sehingga menyebabkan perlambatan pengeluaran urine dari dalam tubuh. Dampaknya, bisa menyebabkan komplikasi.

Dilansir Indian Express, berikut tujuh cara pencegahan batu ginjal.

1. Tetap terhidrasi
Minum air lebih banyak adalah langkah pertama yang harus dilakukan mencegah batu ginjal. Air membantu mengencerkan urine, membuang limbah di ginjal dan saluran kemih, sehingga batu tidak terkumpul. Minum air putih minimal delapan sampai 10 gelas setiap hari atau satu gelas setiap jam saat terjaga.

2. Kurangi asupan natrium
Asupan garam yang tinggi dalam makanan meningkatkan risiko batu ginjal kalsium. Terlalu banyak garam dalam urine mencegah kalsium diserap kembali dari urine ke darah, menyebabkan kalsium urine tinggi.

3. Konsumsi makanan kaya kalsium
Kalsium makanan menurunkan konsentrasi oksalat dalam urine, sehingga kecil kemungkinannya mengikat kalsium dalam urine yang menyebabkan penurunan risiko batu ginjal. Kalsium paling baik didapat dari susu, yoghurt, kacang-kacangan, dan roti.

4. Hindari minuman manis dan berkafein
Minuman yang banyak mengandung gula, terutama kopi dan kola, meningkatkan risiko batu ginjal kambuh.

5. Hindari makanan pembentuk batu ginjal
Cokelat, kacang-kacangan, dan bayam harus dihindari. Makanan ini mengandung oksalat yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

6. Tak berlebihan santap protein hewani
Terlalu banyak daging, unggas, telur, dan makanan laut dapat meningkatkan kalsium dan asam urat dalam tubuh yang menyebabkan batu ginjal.

7. Hindari vitamin C dosis tinggi
Mengonsumsi terlalu banyak vitamin C berpotensi meningkatkan jumlah oksalat dalam urine, sehingga menaikkan risiko terbentuknya batu ginjal, terutama jika seseorang memiliki riwayat batu kalsium oksalat.

Aggarwal menjelaskan, perawatan batu ginjal tergantung pada ukuran batu, terbuat dari apa, apakah menyebabkan nyeri atau menyumbat saluran kemih. Batu ginjal didiagnosis melalui tes urine, tes darah, rontgen, dan/atau CT scan.

Perawatannya bisa termasuk minum obat pereda nyeri dan minum banyak cairan untuk membantu mendorong batu melalui saluran kemih. Jika batunya besar, atau menyumbat saluran kemih, perawatan tambahan seperti operasi mungkin diperlukan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA