Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

General Motors Lakukan Percepatan Program Mobil Listrik

Rabu 09 Dec 2020 13:21 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

General Motors

General Motors

Foto: EPA
General Motors menargetkan menguasai pangsa mobil listrik Amerika Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, DETROIT--General Motors (GM) merupakan salah satu pabrikan yang berkomitmen untuk serius dalam menggarap pasar mobil listrik. Bahkan, pabrikan itu menargetkan untuk menguasai pangsa pasar electric vehicle (EV) di Amerika Utara.

Dilansir dari Car and Driver pada Sabtu (5/12), GM saat ini sedang melakukan akselerasi program elektrivikasi. Pabrikan Amerika itu menargetkan akan mampu menghadirkan sekitar 30 EV pada tahun 2025.

Untuk dapat mencapai hal itu, GM juga kembali melakukan penambahan investasi sebesar 7 milar dolar AS. Investasi itu pun secara spesifik digunakan untuk pengembangan EV dan sistem kendali otonom.

GM optimistis untuk dapat menghadirkan varian produk yang beragam berkat penerapan platform ultium. Dengan plarform itu, maka GM dapat lebih mudah dan cepat dalam menghadirkan beragam wujud EV sesuai dengan kebutuhan.

Tentu, penggunaan platform yang universal itu akan mampu menekan harga secara signifikan. Apalagi, platform itu hadir dengan daya jelajah yang ditingkarkan tapi dengan biaya produksi yang lebih rendah sekitar 60 persen.

CEO General Motors, Mary Barra mengatakan, seluruh rangkaian upaya ini merupakan tindak lanjut atas fenomena perubahan iklim. "Kami ingin berperan dalam memberikan solusi lewat EV. Oleh karena itu, kami melakukan transisi pada mobilitas yang lebih ramah lingkungan," kata Mary.

Soal SDM, GM juga mengumumkan akan merekrut 3 ribu pegawai baru. Pegawai baru itu sendiri merupakan pegawai penunjang kehadiran EV baik dari sisi engineering, desain dan teknologi informasi.

Seluruh langkah itu pun dibarengi dengan langkah dalam penyiapan fasiltas produksi. Dilansir dari Electrive pada Oktober, langkah persiapan itu dilakukan lewat konversi fasilitas produksi kendaraan konvensional menjadi pabrik EV.

Konversi itu dilakukan pada fasilitas produksi utama GM yang terletak di Detroit, Amerika Serikat (AS). Lewat fasilitas produksi itu, GM bercita-cita untuk mampu menjadi pemain utama dalam pasar EV. Selain itu, GM juga akan menjadikan pabrik di Detroit itu menjadi pabrik flagship dalam menghadirkan kendaraan masa depan yang ramah lingkungan.

Dalam melakukan konversi ini sendiri, GM membutuhkan investasi sebesar 2,2 miliar dolar AS. Artinya, investasi ini merupakan salah satu investasi tunggal terbesar yang dilakukan dalam pengembangan pabrik GM.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA