Selasa 08 Dec 2020 16:51 WIB

Erzaldi: Manajemen Tepat Kunci Penanggulangan Bencana

Gubernur Babel Erzaldi menyebut penanggulangan bencana butuh manajemen baik

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Bangka Belitung membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana, di Kafe Alakoe, Bukit Angsa Emas, Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (8/12).
Foto: Pemprov Babel
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Bangka Belitung membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana, di Kafe Alakoe, Bukit Angsa Emas, Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (8/12).

REPUBLIKA.CO.ID,  PANGKALANBARU - Manajemen yang baik menjadi kunci keberhasilan dalam upaya penanggulangan bencana di Bangka Belitung. 

"Kalau diatur dengan manajemen yang baik maka pelaksanaan dan penanggulangan bencana pasti akan berjalan dengan baik, efisien dan cepat," ungkap Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Bangka Belitung membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana, di Kafe Alakoe, Bukit Angsa Emas, Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (8/12). 

Mengangkat tema "Penguatan Lintas Sektor serta Peningkatan Kapasitas Forum Pengurangan Risiko Dalam Penyelenggaraan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung", kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini juga dihadiri oleh instansi vertikal, kepala perangkat di lingkup Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung, dan organisasi masyarakat pegiat kesiapsiagaan bencana. 

Selain itu, dalam penanggulangan bencana ini juga dibutuhkan ketulusan dan keikhlasan para penggiatnya. Menurut Gubernur Erzaldi rakor ini penting untuk dilaksanakan salah satunya untuk menyamakan persepsi. 

Meski di tengah pandemi Covid-19 perlu diingat bahwa ada beberapa bencana yang perlu diwaspadai seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor yang disebabkan oleh aktivitas penambangan. Khusus bencana banjir, Pemprov. Babel telah berupaya menanggulangi sedimentasi yang ada di Bangka Barat dan Pangkalpinang. 

Gubernur Erzaldi juga mengapresiasi organisasi dan komunitas penggiat kesiapsiagaan bencana seperti Babel Peduli dan komunitas lainnya yang telah bersedia membantu. Namun, meskipun begitu tetap diperlukan konsolidasi dan disiapkan bekal keterampilan penanggulangan bencana bagi mereka.

Rakor ini menjadi kunci keberhasilan dalam penanggulangan bencana dengan harapan dapat melahirkan kebijakan terbaik dalam penanganan bencana, seraya berdoa kepada Yang Maha Kuasa.  

Gubernur Erzaldi mengingatkan dalam menggunakan dana tanggap darurat penanganan bencana terdapat aturan khusus dalam penggunaannya. Oleh sebab itu dalam penggunaannya harus tahu betul aturan yang membawahi. Sebelumnya Polda Babel telah menggelar apel kesiapsiagaan yang dilaksanakan dan rakor ini menjadi tindak lanjutnya. 

Sesuai pesan Kepala BNPB Babel, Mikron Antariksa bahwa dalam penanggulangan bencana ini perlu sinergi antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, masyarakat, dan usaha. Peserta dalam rakor ini berjumlah 100 orang, yang diharapkan bukan saja hadir dalam rakor, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat dan menjadi pelopor penanggulangan di wilayahnya masing-masing. 

Para peserta juga mendapat pengarahan dari Komandan Korem (Danrem) 045 Garuda Jaya, Brigjen. TNI. M. Jangkung Widyanto dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Babel, Irjen. Pol. Anang Syarif Hidayat. Dalam rakor penanggulangan bencana ini juga menghadirkan narasumber yaitu, Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pangarso.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement