Selasa 08 Dec 2020 14:24 WIB

Bio Farma akan Serahkan 568 Dosis Vaksin untuk Diuji BPOM

Pada tahap awal vaksin Sinovac akan diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha
Petugas memindahkan kontainer berisi vaksin COVID-19 setibanya di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius, selanjutnya akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma.
Foto: MUKHLIS JR/ANTARA
Petugas memindahkan kontainer berisi vaksin COVID-19 setibanya di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius, selanjutnya akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bio Farma (Persero) akan memberikan sebanyak 568 dosis vaksin sinovac kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Adapun langkah pemberian vaksin ini untuk dilakukan uji mutu agar mengantongi izin penggunaan darurat.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan total vaksin sinovac yang diterima sebanyak 1.200.568 kemasan dose single dari China. 

Baca Juga

“Jadi akan ada tiga juta dosis vaksin Sinovac, dari total itu sudah ada 1,2 juta kemasan single dose. Yang datang kemarin itu (Ahad 6 Desember 2020) sebanyak 1.200.568 vial, nah sebanyak 568 akan dilakukan untuk pengujian mutu bersama BPOM," ujarnya saat konferensi pers virtual, Selasa (8/12).

Menurutnya pada tahap awal vaksin Sinovac akan diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan, sehingga diharapkan bisa memberikan keamanan dan perlindungan bagi mereka yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19.

“Saat ini pemerintah berupaya memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan dan frontliner dengan pemberian vaksin tersebut,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement