Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Menlu China Yakin Hubungan dengan AS akan Normal Lagi

Senin 07 Dec 2020 19:02 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Menlu China Wang Yi

Menlu China Wang Yi

Foto: EPA
Menlu China menganggap beberapa orang di AS masih punya mental Perang Dingin.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Menteri Luar Negeri China Wang Yi merasa yakin hubungan negaranya dengan Amerika Serikat akan normal seperti sedia kala. Ia pun mendorong dialog antara kedua belah pihak.

"Kami sangat berharap dan yakin kebijakan AS terkait China cepat atau lambat akan kembali ke arah yang objektif dan rasional," katanya saat berbicara dalam Konferensi Dewan Bisnis AS-China melalui sambungan video, Senin.

Wang Yi mendorong mulai dari peneliti, perwakilan bisnis dan industri untuk meningkatkan dialog dan komunikasi dalam memajukan hubungan bileral China-AS. "China dan AS seharusnya melakukan dialog di semua tingkatan karena sesungguhnya setiap persoalan bisa didiskusikan, apakah menyangkut hal yang sifatnya strategis, komprehensif atau spesifik," ujarnya.

Menurut dia, China selalu membuka pintu dialog kapan saja agar kedua negara bisa bekerja bersama memformulasikan peta jalan untuk menjaga dan mengembangkan hubungan diplomatik.

Wang menjelaskan alasan mendasar mengapa hubungan China-AS menghadapi situasi paling buruk sejak keduanya menjalin hubungan diplomatik. Menurutnya, beberapa orang di AS masih punya mental Perang Dingin yang sudah ketinggalan zaman dengan menganggap China sebagai lawan atau bahkan musuh utamanya.

Menurut dia, tujuan fundamental pembangunan China adalah untuk memberikan kehidupan yang lebih baik kepada rakyatnya dan hal itu bisa dicapai melalui kerja sama dengan negara lain.

Menlu Wang mengusulkan lima hal terkait hubungan China-AS, antara lain mengevaluasi hubungan bilateral, meningkatkan dialog dan komunikasi, memperluas visi yang saling menguntungkan, mengatasi perbedaan dengan menghindari konfrontasi ideologis, dan meningkatkan serapan aspirasi publik.

"Tugas paling mendesak saat ini adalah memerangi pandemi Covid-19 dan China bersedia untuk terus memberikan bantuan kepada AS dengan berbagi pengalaman antiepidemi dan menyediakan pasokan medis serta mengembangkan vaksin," kata Wang.

Dia juga menekankan bahwa kerja sama perdagangan dan bisnis masih berfungsi sebagai faktor penting dalam mendorong hubungan bilateral.

China dan AS harus saling mendukung dan mendorong badan legislatif, masyarakat lokal, komunitas bisnis, lembaga penelitian, akademisi, media, dan pemuda untuk memperkuat persahabatan kedua negara sehingga bisa saling pengertian.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA