Senin 07 Dec 2020 14:57 WIB

Sungai Deli Medan Kembali Meluap

Meski sungai meluap, warga masyarakat tidak mengungsi dan tetap berada di rumah.

Warga melintasi banjir yang merendam permukiman penduduk di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Irsan Mulyadi
Warga melintasi banjir yang merendam permukiman penduduk di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Sungai Deli yang berada di Lingkungan IV Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, Ahad (6/12) sekitar pukul 19.00 WIB kembali meluap. Namun, warga masyarakat tidak mengungsi dan tetap berada di rumah.

Seorang warga Lingkungan IV, Kelurahan Aur, Amril (56), pada Senin (7/12) mengatakan, banjir Sungai Deli hanya sebentar dan sekitar pukul 23.30 WIB kembali surut. Banjir Sungai Deli itu tidak sampai masuk ke rumah-rumah warga yang berada di Lingkungan IV, Kelurahan Aur. "Jadi, masyarakat bisa tidur nyenyak di rumah dan tidak harus mengungsi ke rumah tetangga maupun famili," ujarnya.

Baca Juga

Sebelumnya, Sungai Deli Medan kembali meluap pada Sabtu (5/12) dan merendam 200 unit rumah warga yang bertempat tinggal di Lingkungan IV Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun Kota Medan. Hingga pukul 15.00 WIB, air yang berasal dari aliran sungai (DAS) Deli masih merendam rumah masyarakat, dan belum ada tanda-tanda air banjir akan surut.

Bahkan, untuk sementara waktu ratusan kepala keluarga yang berdomisili di Lingkungan IV Kelurahan Aur, terpaksa mencari tempat tinggal sementara di rumah tetangga maupun keluarga.

Sedangkan, pada Kamis (3/12) pada pukul 21.00 WIB, Sungai Deli juga meluap dan merendam ratusan rumah warga. Banjir kiriman itu berasal dari Berastagi, Kabupaten Karo.

Banjir merendam sedikitnya 2.773 rumah yang berada di tujuh kecamatan di Kota Medan, Sumatra, yakni Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Petisah dan Medan Polonia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement