Senin 07 Dec 2020 11:32 WIB

Pemerintah Perkenalkan Lima Jubir Vaksinasi Covid-19

Ditunjukan lima jubir merupakan bagian dari strategi komunikasi publik vaksin Covid

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.
Foto: GALIH PRADIPTA/ANTARA FOTO
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guna mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G Plate memperkenalkan lima juru bicara pemerintah untuk vaksinasi Covid-19, Senin (7/12). Langkah ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik vaksin Covid-19 yang telah dipersiapkan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas pada 19 Oktober 2020 lalu. Ratas itu menekankan agar komunikasi publik mengenai vaksin COVID-19 harus dipersiapkan matang.

Juru bicara pemerintah yang pertama dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi yang juga merupakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2PML). Kedua, juru bicara dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Lucia Rizka Andalusia yang juga menjabat sebagai Direktur Registrasi Obat Badan POM. Kemudian ketiga, juru bicara dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Penghasil Vaksin PT Bio Farma, Bambang Herianto yang merupakan Corporate Secretary perusahaan holding farmasi BUMN tersebut.

Baca Juga

"Siti Nadia, Lucia Rizka, dan Bambang Herianto berperan untuk membangun pemahaman yang tepat terkait kebijakan dan isu terkait serta membangun partisipasi publik untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 dan penanganan Covid-19," ujarnya saat kondeferensi virtual FMB9 bertema Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia, Senin (7/12).

Sementara, juru bicara yang telah ditunjuk pemerintah sebelumnya, Wiku Adisasmito yang merupakan juru bicara penanganan Covid-19 akan menambah fokus pada aspek sains dari vaksin. Serta Reisa Broto Asmoro juru bicara dan duta perubahan perilaku akan fokus pada menerangkan perilaku hidup sehat yang berbasis pencegahan termasuk vaksinasi.

"Kelima juru bicara ini akan saling melengkapi dalam upaya komunikasi publik dan sosialisasi agar informasi tentang perkembangan vaksin dan vaksinasi Covid-19 dapat tersampaikan ke masyarakat secara terpadu, cepat, dan merefleksikan dinamika yang terjadi di lapangan," ujarnya.

Ia menambahkan, komunikasi publik juga membutuhkan upaya proaktif dan pendekatan yang relevan dengan mempertimbangkan kejelasan arus informasi, perkembangan situasi dan zaman, serta teknologi, 

juga unsur lokalitas di setiap daerah. Hal ini penting agar seluruh lapisan masyarakat memiliki pemahaman yang tepat dalam setiap milestone vaksinasi Covid-19, baik dalam proses pravaksinasi, vaksinasi, maupun pasca vaksinasi.

Program dan sosialisasi vaksinasi Covid-19 perlu dukungan dari semua pihak, demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Pemerintah juga memprioritaskan keselamatan rakyat Indonesia dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nanti. "Secara paralel, pemerintah tengah mematangkan kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 agar berjalan lancar dan tepat sasaran," ujarnya.

Mulai dari infrastruktur distribusi, sarana, prasarana, sumber daya manusia, simulasi dan sosialisasi. Ia berharap masyarakat mendukung vaksinasi Covid-19 dengan tetap melaksanakan protokol 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak karena vaksinasi disertai disiplin 3M, dan penguatan 3T yaitu testing, tracing, treatment adalah langkah penting. "Ini merupakan kesempatan dan perjuangan kita bersama untuk melindungi kesehatan, membangkitkan produktivitas, dan mengakhiri pandemi," ujarnya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement