Ahad 06 Dec 2020 23:45 WIB

Waspadai Potensi Peningkatan Curah Hujan Sepekan Mendatang

BMKG mencatat ada potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Friska Yolandha
Masyarakat Jawa Barat termasuk di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) diminta untuk mewaspadai potensi peningkatan curah hujan sepekan mendatang. BMKG mencatat ada potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan.
Foto: Antara/Aprillio Akbar
Masyarakat Jawa Barat termasuk di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) diminta untuk mewaspadai potensi peningkatan curah hujan sepekan mendatang. BMKG mencatat ada potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Masyarakat Jawa Barat termasuk di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) diminta untuk mewaspadai potensi peningkatan curah hujan sepekan mendatang. BMKG mencatat ada potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan.

"Mulai 6 Desember sampai 11 Desember 2020," ujar Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn, Ahad (6/12).

Baca Juga

Faiz menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, hasil analisis terkini BMKG menunjukkan adanya potensi peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan diatas wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Adapun peningkatan potensi pertumbuhan awan itu dapat disebabkan oleh kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil. 

Selain itu, aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia. Adanya pusaran angin (sirkulasi siklonik) yang terpantau di beberapa tempat, juga dapat mendorong terbentuknya daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi).

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan kedepan terjadi curah hujan dengan intensitas lebat. Kondisi itu dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

"Berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat," terang Faiz.

Untuk itu, lanjut Faiz, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem, baik puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir dan hujan es. Kewaspadaan juga harus dilakukan terhadap dampak yang dapat ditimbulkannya, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Sementara itu, hujan yang mengguyur Kabupaten Indramayu telah menyebabkan genangan banjir di pusat kota Indramayu, Ahad (6/12). Banjir terjadi setelah hujan mengguyur seharian sejak Ahad (6/12) dini hari hingga Ahad petang, dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan, sedang hingga lebat.

Bahkan, hujan kembali turun pada Ahad (6/12) malam meski hanya gerimis.

Berdasarkan pantauan, genangan banjir di antaranya terjadi di kawasan Sport Center, ruas Jalan Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Yos Sudarso dan lainnya.

Ketinggian genangan air itu bervariasi, di kisaran antara 10 – 40 cm. Sejumlah kendaraan, terutama sepeda motor, terlihat mogok saat mencoba menerjang genangan air.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement