Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Jumlah Pasukan AS di Somalia akan Dikurangi Signifikan

Ahad 06 Dec 2020 21:49 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Tentara Amerika Serikat (ilustrasi)

Tentara Amerika Serikat (ilustrasi)

Foto: Reuters/Carlo Allegri
AS menarik sebagian besar pasukannya dari Somalia

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pentagon menarik sebagian besar pasukan Amerika Serikat (AS) keluar dari Somalia atas perintah Presiden Donald Trump, Jumat (4/12). Langkah ini menjadi upaya terbaru menurunkan keterlibatan AS dalam misi kontraterorisme di luar negeri.

Jenderal Angkatan Darat dan Kepala Komando Afrika AS, Stephen Townsend, mengatakan kontingen AS di Somalia akan menurun secara signifikan. "Pasukan kami akan tetap berada di wilayah tersebut dan tugas serta komitmen kami kepada mitra tetap tidak berubah,” katanya.

Kementerian Pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mayoritas pasukan dan aset AS di Somalia akan ditarik pada awal 2021. Saat ini ada sekitar 700 tentara di negara Tanduk Afrika itu.

Baca Juga

"Tindakan ini bukan penarikan diri dan mengakhiri upaya kami, tetapi reposisi untuk melanjutkan upaya kami di Afrika Timur," ujar Townsend.

Pasukan AS di Somalia bertugas melatih dan menasihati pasukan lokal melawan kelompok ekstremis al-Shabab, afiliasi dari Alqaeda. Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley, menyatakan struktur masa depan kehadiran militer AS di Somalia masih dalam perdebatan.

"Jejak yang relatif kecil, biaya yang relatif rendah dalam hal jumlah personel dan uang," ujar Milley menyinggung Somalia tetap menjadi tempat yang berbahaya bagi warga AS. Dia mengatakan bahwa seorang perwira CIA terbunuh di sana baru-baru ini.

Sebuah laporan pengawas Departemen Pertahanan pekan lalu mengatakan Komando Afrika AS telah melihat perubahan definitif tahun ini dalam fokus al-Shabab untuk menyerang kepentingan AS di wilayah tersebut. Komando Afrika mengatakan al-Shabab adalah ancaman Afrika yang paling berbahaya dan  dekat.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA