Ahad 06 Dec 2020 20:01 WIB

Kisah Rais, Bocah yang Viral Kerjakan Tugas Sambil Memulung

Ibu Rais sedang sakit dalam dua pekan terakhir.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan
Bocah pemulung, Rais, yang menyempatkan belajar meski berada di pinggir jalan menjadi viral di media sosial.
Foto: Tangkapan layar di Instagram
Bocah pemulung, Rais, yang menyempatkan belajar meski berada di pinggir jalan menjadi viral di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Muhammad Rais (10 tahun), bocah pemulung asal Kota Bandung viral di media sosial karena didapati sedang mengerjakan tugas sekolah disela-sela membantu ibunya memulung. Foto dirinya yang duduk di trotoar jalan sambil bersandar ke tiang jembatan dan sedang mengerjakan tugas sekolah menjadi pembicaraan warganet.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari media sosial, Rais sehari-hari membantu ibunya memulung di sekitaran jalan utama Kota Bandung. Mereka sering menghabiskan malam di emperan trotoar sebab tidak memiliki tempat tinggal.

Meski sehari-hari memulung, Rais tidak pernah lupa untuk belajar di sekolah. Selain itu, di masa pandemi Covid-19 ini ia seminggu tiga kaki datang ke sekolahnya yaitu SDN 047 Balonggede untuk belajar bersama guru-gurunya.

Wali Kelas 3A SDN 047 Balonggede, Kota Bandung, Sri Mulyani menuturkan, Rais sosok yang relatif biasa-biasa saja dalam prestasi. Namun, ia mengaku salut dengan kegigihan dan semangat Rais yang memiliki tekad kuat untuk belajar.

"Kalau berprestasi sedang'sedang saja, Rais biasa-biasa saja tapi anak yang rajin, ada kemauan, lumayan pintar," ujar Sri saat dihubungi, Ahad (6/12).

Ia mengenang saat pertama kali melihat Rais masuk sekolah di Balonggede pada tahun 2017-2018. Menurutnya, Rais bersama ibunya yang sudah berusia diatas 50 tahun datang ke sekolah untuk mendaftarkan diri menjadi siswa. Namun, saat pendaftaran terdapat kendala karena ibunya tidak memiliki KTP dan KK termasuk rais yang tidak memiliki kartu identitas anak (KIA).

"Rais tidak punya (KTP-KK) tapi kita enggak bisa lepas begitu saja melihat anak ibunya datang ke sekolah tapi tidak punya data. Kami terima dulu tapi dia belum masuk ke dapodik," ujarnya.

Sri mengatakan, ibu Rais pun diketahui tidak memiliki tempat tinggal tetap dan selama ini tinggal di emperan toko. Namun, menurutnya berkat foto Rais yang viral di media sosial akhirnya saat ini mereka dibantu masyarakat akhirnya bisa tinggal di sebuah kontrakan di wilayah Pangarang.

"Saya bangga (Rais viral), kesempatan buat Rais. Rizki Rais lebih dari itu. Sekarang sudah ada yang menempatkan di kostan di daerah Pangarang," katanya.

Menurutnya, Rais saat ini sedang didata oleh pihak Dinas Sosial Kota Bandung. Namun begitu, satu hal yang masih mengganjal dirinya yaitu Rais masih belum terdaftar di Dapodik sehingga berpotensi tidak dapat mengikuti ujian. Ia mengaku sudah sering berkonsultasi dengan guru-guru yang lainnya terkait kendala tersebut.

"(Kondisi) seperti Rais, bukan Rais saja ada banyak yang menonjol. Rais mungkin saya enggak tega saya tangani langsung," katanya.

Di masa pandemi covid-19, Sri melanjutkan, Rais seminggu sekali datang ke sekolah meminta belajar sebab tidak memiliki telepon genggam. Bahkan, menurutnya sesekali ibunya di sela-sela memulung datang ke sekolah meminta tugas untuk anaknya tersebut.

"Mamahnya walaupun dengan pakaian lusuh, dia memulung dan meminta-minta datang ke sekolah sering minta tugas, yang penting anak saya belajar," ujarnya menirukan perkataan ibu Rais.

Menurutnya, Rais merupakan anak semata wayang sedangkan bapaknya berdasarkan pengakuan ibunya sudah meninggal dunia. Ia mengaku sosok Rais pun dikenal tidak pernah mengeluh terlebih di masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung 9 bulan terakhir.

"Alhamdulillah, Allah memberikan kesehatan untuk Rais, dia sehat dan gak pernah mengeluh. Saya tanya dia udah makan? Gak pernah dia bilang, bu saya belum makan. Kelihatan anak yang tabah," ujarnya.

Namun Sri merasa khawatir sebab ibunya sudah dua pekan terakhir sakit. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sakit yang dialami oleh ibunya. "Cuma kemarin dua pekan mamahnya sakit, enggak dirawat, di situ saja, neduh di pinggiran (emperan toko)," katanya.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement