Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis di Selatan Banten

Sabtu 05 Dec 2020 23:53 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ruang pengawasan BMKG (ilustrasi)

Ruang pengawasan BMKG (ilustrasi)

Foto: Antara Foto
BMKG pantau pertumbuhan bibit siklon tropis di sebelah selatan Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, memantau pertumbuhan bibit siklon tropis dengan kode “96S” yang berada di Samudra Hindia sebelah selatan Banten.

"Berdasarkan analisis pada pukul 19.00 WIB, bibit siklon tersebut berada di 8.7 LS dan 105.3 BT, atau sekitar 350 km selatan barat daya Jakarta," kata Deputi Bidang Meteorologi Guswanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/12).

Hasil analisis tersebut menunjukkan, saat ini sistem “96S” memiliki tekanan udara minimum di pusatnya sebesar 1005 hPa dengan kecepatan angin maksimum 25 knot atau sekitar 45 km/jam.

Dari hasil pemodelan cuaca numerik, bibit siklon tropis “96S” diprakirakan mengalami peningkatan kecepatan angin yang signifikan terjadi para Selasa (8/12).

Bibit siklon tropis ini, berpotensi menjadi siklon tropis pada Selasa malam atau Rabu pagi dengan pergerakan ke arah tenggara-selatan menjauhi wilayah Indonesia.

Lebih lanjut Guswanto menjelaskan, bibit siklon tropis “96S” ini mengakibatkan pertumbuhan awan hujan yang signifikan di sekitar wilayah Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Melihat potensi tersebut, masyarakat diimbau waspada karena diprakirakan daerah-daerah tersebut berpotensi terkena dampak berupa hujan lebat dan angin kencang di sebagian wilayahnya. Cuaca ekstrem tersebut dapat menimbulkan dampak banjir, tanah longsor dan banjir bandang.

Selain itu, potensi gelombang laut dengan ketinggian 1,5 - 2,5 meter diprakirakan terjadi di wilayah Perairan Bengkulu dan potensi gelombang laut dengan ketinggian 2,5 - 4 meter diprakirakan terjadi di wilayah Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Barat dan Selatan serta Perairan Selatan Jawa.

Serta potensi gelombang laut dengan ketinggian 4 - 6 meter diprakirakan terjadi di wilayah Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA