Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Turki Berharap Krisis Teluk Segera Berakhir

Sabtu 05 Dec 2020 22:05 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Turki berharap penyelesaian krisis Teluk melalui dialog dapat terjadi secepatnya. Ilustrasi.

Turki berharap penyelesaian krisis Teluk melalui dialog dapat terjadi secepatnya. Ilustrasi.

Foto: AP/Emrah Gurel
Turki berharap penyelesaian krisis Teluk melalui dialog dapat terjadi secepatnya.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA — Pemerintah Turki menyambut kabar kemajuan dalam proses penyelesaian krisis Teluk. Terkait hal itu, Ankara mengapresiasi peran Kuwait sebagai mediator.

“Kami menghargai upaya tulus dari para pemimpin Kuwait yang telah melakukan kontak dan inisiatif intensif untuk penyelesaian sengketa ini,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan pada Jumat (4/12) dikutip laman Anadolu Agency.

Turki berharap penyelesaian krisis Teluk melalui dialog tanpa syarat dapat terjadi dalam waktu dekat. Ankara pun mengharapkan agar blokade dan sanksi yang telah diterapkan kepada Qatar segera dicabut tanpa penundaan lebih lanjut.

“Turki terus mengerahkan upaya untuk keamanan dan stabilitas kawasan Teluk,” kata Kementerian Luar Negeri Turki.

Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Ahmad Nasser al-Sabah mengatakan, telah terjadi kemajuan dalam upaya penyelesaian krisis Teluk. "Diskusi yang bermanfaat telah terjadi baru-baru ini di mana semua pihak menyatakan keinginan mereka untuk mencapai kesepakatan akhir," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani menyambut pernyataan Kuwait. "Pernyataan Kuwait adalah langkah penting untuk menyelesaikan krisis GCC (Dewan Kerja Sama Teluk)," kata al-Thani melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat.

Dia berterima kasih atas peran mediator yang diemban Kuwait. Al-Thani pun mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat (AS) yang turut berperan dalam mendorong penyelesaian krisis Teluk. "Kepentingan dan keamanan masyarakat Teluk serta kawasan tetap menjadi prioritas utama kami," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan turut mengapresiasi peran dan upaya yang dilakukan Kuwait untuk menyelesaikan krisis Teluk. Dia pun menyampaikan terima kasih atas dukungan AS  dalam penyelesaian persoalan itu.

"Saya agak optimistis bahwa kami hampir menyelesaikan kesepakatan antara semua negara dalam sengketa untuk mencapai resolusi yang kami pikir akan memuaskan semua," kata Pangeran Faisal selama partisipasinya di Rome Med 2020.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA