Sabtu 05 Dec 2020 00:35 WIB

Bantul akan Siapkan Tempat Isolasi Covid-19 di Tingkat Desa

Penyediaan tempat isolasi Covid-19 di desa untuk mengantisipasi RS penuh

Red: Nur Aini
Kamar isolasi pasien Covid-19, ilustrasi
Foto: Antara/Hendra Nurdiansyah
Kamar isolasi pasien Covid-19, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana menyiapkan tempat sementara atau selter untuk isolasi pasien konfirmasi positif terinfeksi Covid-19 di kantor kelurahan ataupun di wilayah desa setempat.

"Ruang isolasi atau selter atau apapun namanya, kurang lebih seperti itu, tetapi nanti kesiapan desa dalam menyediakan selter ini harus ada persetujuan secara riil dari gugus tugas Covid-19," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis di Bantul, Jumat (4/12).

Baca Juga

Rencana penyediaan tempat isolasi pasien Covid-19, terutama dengan tanpa gejala di setiap wilayah desa itu, sebagai antisipasi apabila Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bantul dan sejumlah rumah sakit rujukan sudah tidak memenuhi kapasitas dari sisi tempat tidur.

Berkaitan dengan rencana tersebut, Helmi yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul mengatakan, akan melakukan sosialisasi kepada pemerintah desa dan kecamatan agar menyampaikan ke warga untuk menerima keberadaan selter Covid-19 itu.

"Karena masyarakat juga bisa menerima keberadaan selter itu, maka kami akan komunikasi dengan camat dan lurah untuk menginformasikan itu. Lalu langkah-langkah teknis untuk penyempurnaan peraturan bupati setelah kamilakukan sosialisasi awal," katanya.

Dia mengatakan, saat ini di wilayah Bantul sudah terdapat sejumlah desa yang mulai menyediakan semacam rumah karantina atau isolasi mandiri untuk kasus Covid-19, di antaranya di wilayah Desa Panggungharjo dan wilayah Bambanglipuro.

"Bahkan rumah karantina di Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, itu sudah dipakai, bisa untuk OTG (orang tanpa gejala) maupun untuk RS Lapangan juga. Dan tentu nanti desa yang menyediakan itu kamibantu obat-obatan dan tenaga kesehatan," katanya.

Data dari Gugus Tugas Covid-19 Bantul menyebutkan total kasus positif corona di wilayah itu sejak awal pandemi hingga Kamis (3/12) sebanyak 1.803 orang, dengan angka kesembuhan secara akumulasi sebanyak 1.396 orang.

Sementara untuk kasus positif Covid-19 yang meninggal berjumlah 46 orang. Pasien Covid-19 domisili Bantul yang masih menjalani isolasi dan perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan wilayah Bantul dan DIY sebanyak 361 orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement