Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Jaga Suasana Hati dengan Buah, Sayur, dan Makanan Favorit

Jumat 04 Dec 2020 14:29 WIB

Red: Ani Nursalikah

Jaga Suasana Hati dengan Buah, Sayur, dan Makanan Favorit. Buah-buahan.

Foto:
Penting untuk mengurangi konsumsi makanan manis dan berlemak.

Pakar nutrisi lainnya, Puteri Aisyaffa mengatakan selain asupan makanan, Anda perlu juga menjaga tetap aktif bergerak dan beristirahat dengan cukup. "Kita perlu melakukan aktivitas fisik secara rutin dan tidur minimal 7-8 jam setiap harinya agar membantu memaksimalkan metabolisme tubuh sehingga penyerapan gizi juga menjadi optimal," kata dia.

Ada banyak kegiatan fisik yang bisa Anda lakukan, misalnya sambil melakukan berbagai kegiatan favorit, seperti berkebun, memasak, melukis yang semua ini juga dapat membantu menghilangkan stres dari kesibukan sehari-hari.

Baik Rachel maupun Puteri sepakat, antara kesehatan mental dan fisik saling terkait. Jika seseorang mengalami sakit fisik maka ini bisa menurunkan mood atau suasana hati sehingga membuatnya menjadi tidak produktif dan menurunkan kondisi kesehatannya. Sama juga halnya jika kondisi mental seseorang sedang tidak stabil, maka bisa dapat mengganggu nafsu makan, sehingga menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit.

Di masa pandemi Covid-19 selama beberapa bulan terakhir, Anda perlu tetap menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap sehat. Berjalan-jalan dengan memperhatikan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak fisik dan rajin mencuci tangan bisa Anda lakukan.

Pakar kesehatan di Harvard Medical School, Jason Strauss menuturkan, berinteraksi dengan alam menawarkan manfaat terapeutik yang menenangkan, menurunkan tekanan darah dan kadar hormon stres kortisol baik itu dari aspek visual maupun suara. "Pepohonan dan tanaman hijau membantu mengalihkan pikiran Anda dari pemikiran negatif, sehingga pikiran Anda tak dipenuhi dengan kekhawatiran," ujar dia dalam laman resmi Harvard Medical School.

Jika berjalan di alam tidak memungkinkan, mendengarkan suara alam punya efek yang serupa, menurut studi dalam Scientific Reports pada Maret 2017.Peneliti menggunakan pemindai MRI untuk mengukur aktivitas otak pada orang saat mereka mendengarkan suara alam. Mereka menemukan, kegiatan ini punya proses yang sama seperti beristirahat.

 

Strauss merekomendasikan 20-30 menit setiap tiga hari dalam seminggu. Tetapi intinya, interaksi Anda dengan alam sebagai bagian dari gaya hidup normal Anda. Waktu Anda bersama alam bisa sesederhana berjalan-jalan setiap hari di taman atau di jalan setapak yang masih banyak pepohonannya. Anda bisa juga sembari bersepeda.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA