Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Deretan Film Horor yang Tokoh Utama Perempuannya tak Selamat

Kamis 03 Dec 2020 22:00 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Qommarria Rostanti

Tokoh utama perempuan dalam film horor yang tak selamat.

Tokoh utama perempuan dalam film horor yang tak selamat.

Foto: Dok Berbagai sumber.
Tokoh wanita terakhir biasanya dapat bertahan hidup, tapi tidak dalam film-film ini.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Dalam film-film horor, terdapat istilah wanita terakhir yang merupakan tokoh kunci dalam film. Tokoh wanita terakhir biasanya melakukan hal-hal terkait dengan kelangsungan hidup dan cara bertahan hidup sesuai dengan karakter.

Tokoh ini biasanya merupakan seorang yang selamat. Karakter tersebut merupakan sosok wanita yang murni dan suci, yang hidup lebih lama dari orang-orang di sekitarnya, meskipun banyak ancaman yang datang.

Tokoh ini juga biasanya menderita, tetapi bertahan sampai akhir cerita. Namun demikian, tampaknya penulis cerita tak melulu ingin menuliskan cerita mengenai wanita terakhir yang selamat.

Di beberapa film, bahkan ketekunannya yang tanpa henti tidak dapat menyelamatkannya. Setelah semua yang dilalui, dia masih menemui akhir tragisnya. Biasanya ada alasan di balik pilihan untuk membunuh gadis terakhir. Namun, alasan itu tidak pernah membuatnya kurang berdampak pada penonton mengingat seberapa sering mereka bertahan dalam situasi suram mereka.

Berikut beberapa film yang memiliki tokoh terakhir wanita yang tidak selamat, dilansir di laman Screen Rant, Kamis (3/12):

1. Helen Lyle dalam film Candyman (1992)

Film besutan Bernard Rose yang rilis 1992 berjudul Candyman, berkisah tentang ras, cinta, balas dendam, dan legenda, dengan seorang mahasiswa pascasarjana Helen Lyle di tengah ceritanya. Sejak awal, Helen dianggap intelektual, ingin tahu, dan pintar, namun menderita seiring dengan semakin dalamnya cerita.

Melalui studinya dalam cerita rakyat, Helen menemukan legenda The Candyman, entitas pembunuh yang dipanggil ketika seseorang menyebut namanya lima kali, yang kemudian dia lakukan. Sepanjang film, Helen diserang, sahabatnya terbunuh, dan dia menjadi sasaran sosok Daniel Robitaille alias The Candyman yang pendendam namun tragis.

2. Sarah Carter dalam film The Descent (2005)

Sarah Carter merupakan tokoh protagonis dari film horor petualangan The Descent. Film yang disutradarai sutradara perempuan, Neil Marshall ini menceritakan gadis terakhir yang lebih modern.

Dia memiliki potret rasa sakit dan kelangsungan hidup yang kompleks dan brutal. Film ini menceritakan tentang lima wanita yang bersatu kembali setahun setelah sebuah tragedi kematian mendadak dari suami dan anak Sarah.

The Descent melibatkan sebuah gua yang tidak beres, di mana Sarah dan temannya Juno mendapati diri mereka menjadi dua yang terakhir berdiri. Dari latar belakangnya yang mengerikan, Sarah memenuhi syarat untuk status gadis terakhir. Intinya ditekankan ketika teman-temannya diambil satu per satu di kedalaman gua yang belum dipetakan.

3. Jenny Greengrass dalam film Eden Lake (2008)

Film horor besutan James Watkins yang rilis pada 2008, Eden Lake, berfokus kepada dua korban yang harus hidup lebih lama dari seorang gadis terakhir. Film ini bergener thriller yang berasal dari Inggris menempatkan protagonis perempuannya, Jenny Greengrass (Kelly Reilly).

Sayangnya, dia tidak luput dari itu. Dia bersama dengan pasangannya, Steve (Michael Fassbender), menjadi korban sekelompok penduduk setempat yang jahat saat mereka pergi berwisata.

4. Christine Brown dalam film Drag Me to Hell (2009)

Sutradara Evil Dead, Sam Raimi, menampilkan sosok teller bank yang manis nan pemalu dalam Drag Me to Hell. Dia dipaksa untuk membuat keputusan sulit di tempat kerja, yaitu  menolak pinjaman seorang wanita tua dan pada gilirannya menimbulkan kutukan bencana yang mengancam dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Dengan sifatnya yang baik dan kekasih yang penyayang, karakter Christine Brown meniru kiasan gadis terakhir, orang yang secara alami baik ditempatkan dalam posisi kesakitan dan penderitaan. Simpati untuk Christine tinggi karena sifat baik biasanya menunjukkan dia sebagai korban yang tidak layak dari pembunuhan kengerian tanpa henti oleh kutukan dendam wanita tua itu.

Mengambil langkah yang tepat untuk menghilangkan ancaman, Christine menjadi versi dirinya yang lebih keras dan lebih bertekad. Dia tidak lagi menjadi orang pasif. Christine berupaya merebut kembali kehidupan dan kebebasannya. Terlepas dari semua usahanya, Christine tidak dapat melarikan diri dari kutukan.

5. Callie Russel dalam film Absentia (2011)

Film horor supernatural besutan Mike Flanagan rilisan 2011, Absentia, menawarkan sentuhan dunia lain pada kasus orang hilang. Film ini berfokus kepada Callie Russel (Katie Parker) di tengah ceritanya.

Gadis-gadis terakhir biasanya digambarkan dengan kesan yang baik hati dan suci, ditampilkan menjauh dari godaan berdosa seperti seks, obat-obatan, dan minuman keras berbeda dengan teman-temannya. Melalui Callie, Flanagan membentuk seorang gadis yang hampir 'antifinal' karena dia adalah pecandu narkoba yang sedang memulihkan diri dan tidak suci.

Dia dihadapkan dengan ancaman makhluk supernatural yang hanya dia coba pahami. Pada akhirnya, Callie mengorbankan dirinya untuk ditukar dengan nyawa saudara perempuannya.

6. Dana Polk dalam film Cabin in the Woods (2011)

Film metahoror Drew Goddard 2011, The Cabin in the Woods, memecah kiasan horor, khususnya yang berkaitan dengan subgenre menegangkan yang paling sering melihat sekelompok teman diteror di lingkungan pedesaan yang terpencil. Terungkap sebagai ritual berkelanjutan yang menjauhkan dewa-dewa jahat di bawah bumi, pembunuhan rutin terhadap pemuda mengikuti serangkaian aturan yang ketat.

Saat menjelaskan aturan seputar gadis terakhir, mereka yang berada di ruang kendali pembunuhan mengatakan bahwa kematiannya adalah opsional. Namun hal yang paling penting adalah dia menderita.

Film ini menceritakan Hadley (Bradley Whitford), Dana Polk (Kristen Connolly), dan Marty (Fran Kranz), yang memutuskan tidak ingin hidup di dunia di mana orang-orang yang tidak bersalah harus mati demi perdamaian secara keseluruhan. Dana dan rekannya yang selamat, menerima takdir mereka dan mengutuk seluruh dunia manusia untuk mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA