Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Moderna Mulai Uji Vaksin Covid-19 kepada Anak-Anak

Kamis 03 Dec 2020 08:04 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

 Papan masuk firma bioteknologi Moderna di Norwood, Massachusetts. Moderna adalah salah satu lembaga yang turut mengembangkan vaksin Covid-19 mRNA-1273.

Papan masuk firma bioteknologi Moderna di Norwood, Massachusetts. Moderna adalah salah satu lembaga yang turut mengembangkan vaksin Covid-19 mRNA-1273.

Foto: EPA-EFE/CJ GUNTHER
Pfizer juga mulai menguji vaksin pada remaja dan anak-anak

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perusahaan bioteknologi Moderna telah menguji vaksin virus corona kepada anak-anak berusia 12 tahun. Pengujian itu dinilai penting sebelum vaksin didistribusikan secara luas tahun depan.

Laman Independent mengatakan, Pfizer, salah satu perusahaan pertama tempat memproduksi vaksin Covid-19 juga telah memulai melakukan pengujian untuk melihat pengaruh vaksin pada remaja dan anak-anak.

Baca Juga

Uji klinis melibatkan 3.000 relawan yang berusia antara 12 tahun dan 18 tahun. Menurut clinicaltrials.gov, uji coba akan diadakan di enam negara bagian AS. Termasuk Idaho, Minnesota, New York, Oklahoma, Texas, dan Utah.

Baik vaksin Pfizer dan Moderna, kini tengah menunggu persetujuan dari US Food and Drugs Administration (FDA AS). FDA diharapkan bertemu pada 10 Desember untuk membahas obat-obatan tersebut.

Jika vaksin diberikan persetujuan darurat, suntikan pertama dapat diberikan paling cepat 21 Desember. Pejabat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merekomendasikan bahwa pekerja perawatan kesehatan dan orang tua yang tinggal di panti jompo akan menjadi kelompok pertama yang menerima vaksin.

Vaksin Pfizer mengklaim 95 persen efektif. Sedangkan, Moderna dilaporkan 94 persen efektif.

Suntikan vaksin membutuhkan dosis kedua. Bagi mereka yang menerima suntikan Pfizer, dosis kedua akan diberikan tiga pekan kemudian. Bagi mereka yang menerima suntikan Moderna, dosis kedua akan diberikan empat pekan kemudian.

Setelah pekerja perawatan kesehatan dan lansia yang tinggal di panti jompo menerima vaksin, CDC merekomendasikan pekerja penting mendapat prioritas dalam mendapatkan suntikan vaksin. Itu termasuk pekerja pangan dan pertanian, penegak hukum, pendidik, pekerja transportasi dan pekerja tanggap darurat.

Masing-masing negara bagian akan memiliki fleksibilitas untuk menentukan apakah kelompok pekerja khusus dapat dimasukkan dalam kategori pekerja esensial untuk mendapatkan akses prioritas ke obat tersebut. The New York Times melaporkan bahwa Arkansas mengusulkan untuk memasukkan pekerja di peternakan unggas besar dalam kategori pekerja esensial. Colorado juga ingin memasukkan pekerja industri ski yang sering tinggal di perumahan bersama selama musim ski.

Setelah itu, orang dewasa dengan gangguan kekebalan dan orang dewasa di atas usia 65 tahun akan diprioritaskan. Beberapa negara bagian mungkin memilih untuk memvaksinasi orang lanjut usia di atas 75 tahun sebelum pekerja penting.

Pejabat federal telah mengindikasikan bahwa mereka berencana untuk mengirimkan vaksin 6,4 juta dosis pertama 24 jam setelah FDA menyetujui obat tersebut. Masyarakat umum diharapkan memiliki akses ke vaksin pada Mei atau Juni 2021.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA