Rabu 02 Dec 2020 19:49 WIB

Asosiasi Bank Syariah Solo Fasilitasi UMKM Pelatihan Bisnis

Para pelaku UMKM bisa meningkatkan omzet melalui ekspansi pasar melalui digital.

Asosiasi Bank Syariah Solo Fasilitasi UMKM Pelatihan Bisnis (ilustrasi).
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Asosiasi Bank Syariah Solo Fasilitasi UMKM Pelatihan Bisnis (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,SOLO -- Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Soloraya berupaya memfasilitasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan omzet melalui pelatihan bisnis online atau digital.

"Kami memiliki program yang tujuannya untuk berkontribusi pada perkembangan UMKM. Melihat kondisi saat ini, penggunaan teknologi informasi untuk perkembangan bisnis tidak bisa dihindari," kata Ketua Umum Asbisindo Soloraya Dody Rukadi di sela pelatihan bisnis online UMKM binaan Asbisindo Soloraya di Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/12).

Apalagi, pihaknya mencatat berdasarkan penelitian dari LIPI, selama terjadinya pandemi Covid-19, per Mei 2020 terjadi penurunan omzet penjualan UMKM lebih dari 96 persen.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya berinisiatif untuk menyelenggarakan pelatihan digital. Harapannya dengan melakukan ekspansi pasar melalui digital, para pelaku UMKM bisa meningkatkan omzet dan skala bisnis dapat terus berkembang.

"Melalui pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan penjualan karena UMKM akan diberi pembekalan pemasaran secara online," katanya.

Selain itu, dikatakannya, para peserta pelatihan juga memperoleh manfaat lain yaitu berupa prioritas untuk mengikuti pameran atau kegiatan Asbisindo lainnya, promosi di media sosial dan jaringan Asbisindo, serta mendapatkan akses permodalan dari bank syariah anggota Asbisindo.

"Kami juga bisa bersinergi dengan BI dan OJK karena programnya bagus-bagus, tujuannya untuk membangun UMKM yang ada di Soloraya," katanya.

Sementara itu, kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 44 pelaku UMKM. Salah satu peserta Ratin mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut.

"Dengan mengikuti pelatihan ini mudah-mudahan lebih mudah bagi saya untuk jualan melalui marketplace. Dengan begitu pengusaha kuliner bisa lebih maju, naik kelas, bisa maju bersama," kata produsen makanan ringan ini.

Ia mengatakan sejak menjalankan usaha sepuluh tahun lalu, sebetulnya sudah menjajal penjualan melalui daring dengan memanfaatkan media sosial, seperti Instagram dan Facebook.

"Tetapi memang kurang maksimal, saya lebih banyak melayani penjualan ritel. Kalau lewat e-commerce malah lebih banyak dibantu teman-teman," katanya.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement