Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Tip Dana Pensiun untuk Segala Usia, Bukan Sekadar Nabung

Rabu 02 Dec 2020 15:51 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti

Dana pensiun (ilustrasi).

Dana pensiun (ilustrasi).

Foto: ist
Hindari meminjam uang secara berlebihan dan hindari pinjaman berbunga tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, OMAHA -- Prospek keuangan yang lebih aman bisa menjadi hadiah terindah pada masa depan. Tidak peduli pada tahap kehidupan seperti apa untuk saat ini, merencanakan dana masa depan termasuk pensiun merupakan hal penting.

Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu dini untuk mulai mempersiapkan dana pensiun. Untuk masa mendatang yang lebih baik, disarankan bukan sekadar menabung.

"Jika mulai berinvestasi lebih awal, Anda mengizinkan penghasilan majemuk untuk bekerja secara ajaib," kata profesor keuangan di Heider College of Business di Creighton University, Robert Johnson, Selasa (2/12).

Menurut Johnson, kesalahan terbesar yang dilakukan orang-orang pada usia 20-an adalah tidak mengambil risiko yang cukup. Dia menekankan bahwa individu perlu berinvestasi untuk masa pensiun dibandingkan hanya menabung untuk masa pensiun.

Dilansir di laman SJR pada Rabu (2/12), ada beberapa panduan yang bisa diikuti dalam merencanakan dana pensiun, yakni:

1. Mulai pada usia 20-30 tahun

Banyak penasihat keuangan mengatakan usia ini paling tepat untuk memulai menyiapkan dana darurat dan menabung cukup banyak uang. Dengan begitu, jika mengalami pengeluaran tak terduga atau kehilangan pekerjaan, maka tidak akan menggunakan kartu kredit atau pinjaman berbunga tinggi lainnya.

Mulailah dari hal kecil dengan rajin mengumpulkan dana dari waktu ke waktu. Baiknya miliki dan simpan uang tunai yang cukup untuk menutupi biaya hidup selama tiga hingga enam bulan alias syarat minimum nominal dana darurat.

Pada usia 20-an dan 30-an, orang terkadang memiliki beberapa prioritas, baik itu menikah, memulai sebuah keluarga dengan membeli rumah. Meski begitu, pastikan mengelola utang dengan baik dan sebisa mungkin hindari pinjaman berbunga tinggi.

"Berhati-hatilah untuk tidak meminjam secara berlebihan, tetapi perhatikan juga kesepakatan transfer saldo atau peluang konsolidasi yang dapat mengurangi jumlah bunga dan biaya yang dibayarkan," kata Wakil Presiden Senior di National Foundation for Credit Counseling, Bruce McClary.  Cara itu dapat menghemat banyak waktu dan memastikan bahwa utang dengan bunga tinggi tidak akan menghalangi tabungan pensiun.

2. Menabung atau investasi otomatis

Saran lainnya adalah dengan mengotomatiskan tabungan, yaitu langsung menyetorkan sebagian dari gaji ke rekening tabungan atau investasi. Orang bahkan mungkin tidak melewatkan uang yang disimpan dan ini dapat membantu memastikan bahwa mereka hanya hidup sesuai kemampuan.

Individu juga dapat meninjau pengeluaran secara berkala sehingga mendorong untuk melakukan evaluasi. Rencana keuangan akan membantu mengukur kemajuan ke arah tujuan dan koreksi.

3. Investasi lebih awal

Dengan berinvestasi, membuat uang bekerja untuk seseorang, karena catatan apa pun diinvestasikan kembali untuk mendapatkan pengembalian tambahan. Bahkan menginvestasikan jumlah kecil dapat membuat perbedaan besar dari waktu ke waktu dengan investasi pensiun, terutama bila dilakukan secara teratur.

Berinvestasi sejak awal berarti dapat menjadi lebih agresif dalam portofolio yaitu memiliki lebih banyak saham dibandingkan obligasi atau uang tunai. Hal itu dapat membantu menumbuhkan tabungan lebih cepat. Pasalnya, saham tunduk pada volatilitas pasar yang lebih besar, memiliki waktu yang lebih lama, dan membuat orang memiliki banyak waktu untuk menunggu penurunan pasar.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA