Rabu 02 Dec 2020 14:45 WIB

Trump Singgung Maju Pilpres 2024 di Pesta Natal

Saat pesta Natal Trump sebut ia akan maju dalam pemilihan presiden tahun 2024

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Presiden Donald Trump
Foto: EPA-EFE/Erin Schaff
Presiden Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyinggung akan maju dalam pemilihan presiden tahun 2024. Hal ini ia sampaikan saaat menjamu tamu pesta di Gedung Putih.

"Ini empat tahun yang luar biasa, kami mencoba empat tahun lagi. Jika tidak, sampai ketemu empat tahun mendatang," kata Trump dalam acara yang dihadiri anggota Komite Nasional Partai Republik, Rabu (2/12).

Baca Juga

Pidato tersebut disiarkan langsung melalui akun Facebook salah satu hadirin, mantan Ketua Partai Republik Oklahoma Pam Pollard. Dalam rekaman tersebut terlihat banyak orang berdiri berdekatan dan tidak memakai masker di Cross Hall, Gedung Putih.

Trump mulai menggelar pesta liburan pada pekan ini dengan niat merayakan musim terakhir pemerintahannya sebelum meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari mendatang. Berdasarkan unggahan media sosial, terlihat acara yang digelar di ruang tertutup itu dihadiri banyak orang dan sebagian besar tidak memakai masker.

Hal itu melanggar pedoman kesehatan pemerintah Amerika Serikat (AS). Sementara menjelang musim liburan jumlah kasus Covid-19 di Negeri Paman Sam melonjak tajam.

Dalam video terdengar Trump masih menyuarakan klaim tanpa bukti mengenai kecurangan pemilihan presiden 3 November lalu. Jaksa Agung William Barr yang ia tunjuk mengatakan Departemen Kehakiman tidak menemukan bukti adanya kecurangan yang dapat mengubah hasil pemilu 2020.

"Ini jelas tahun yang tidak biasa, kami memenangkan pemilihan, tapi mereka tidak suka itu. Saya menyebutkan pemilihan curang dan akan selalu saya katakan seperti itu," kata Trump.

Gedung Putih telah menjadi salah satu lokasi penyebaran Covid-19. Puluhan pembantu presiden, staf kampanye, dan sekutunya terinfeksi virus corona.

Pada Oktober lalu Trump masuk rumah sakit karena virus tersebut. Ibu negara dan dua orang putranya juga positif virus corona. Sejumlah orang menjalani karantina.

Bulan lalu juru bicara dan kepala staf ibu negara, Stephanie Grisham, mengatakan Gedung Putih akan melanjutkan acara-acara yang sudah direncanakan dengan 'lingkungan seaman mungkin'. Ia mengatakan jumlah tamu undangan hanya akan sedikit.

"Masker akan diwajibkan dan disediakan, tamu diminta jaga jarak saat berada di Gedung Putih dan ada sanitizer di setiap sudut State Floor," katanya saat itu.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement