Rabu 02 Dec 2020 10:34 WIB

Penggerudukan Rumah Ibu Mahfud MD Aksi Spontanitas

Tidak ada aksi susulan pascapenggerudukan rumah ibu Mahfud MD.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Indira Rezkisari
Menkopolhukam Mahfud MD. Kemarin rumah ibu Mahfud MD di Pamekasan, Madura, digeruduk sekelompok massa.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Menkopolhukam Mahfud MD. Kemarin rumah ibu Mahfud MD di Pamekasan, Madura, digeruduk sekelompok massa.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan penggerudukan rumah Menko Polhukam, Mahfud MD di Pamekasan, Madura, merupakan aksi spontanitas. Kejadiannya pun tidak berlangsung lama. Truno mengatakan, massa yang mendatangi rumah Mahfud MD dengan menaiki truk tersebut, dalam lima menit sudah bisa dibubarkan.

"Itu kegiatan yang spontan dan langsung ditangani Kapolres Pamekasan. Dalam waktu lima menit diimbau sudah kembali menaiki kendaraan masing-masing," kata Truno dikonfirmasi Rabu (2/12).

Baca Juga

Truno juga menegaskan, setelah massa membubarkan diri, suasana di lokasi kejadian kembali kondusif. Artinya tidak ada aksi susulan dari kelompok massa tersebut. Trunoyudo juga menegaskan aksi tersebut tidak menimbulkan kerusakan apa pun.

"Sejauh ini pascakegiatan imbauan oleh Kapolres Pamekasan dan jajarannya sudah kondusif. Tidak ada kerusakan," kata Trunoyudo.

Trunoyudo mengimbau masyarakat, utamanya warga Jawa Timur agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas.

"Masyarakat Jawa Timur kami imbau untuk tida terprovokasi apa pun, untuk menjaga kondusivitas wilayah Jatim. Ayo jogo Jawa Timur," ujar Trunoyudo.

Sebelumnya, masyarakat dihebohkan sebuah video yang memperlihatkan sejumlah massa memdatangi sebuah rumah, yang video tersebut diunggah di media sosial Youtube. Video itu diberi judul penggerebekan rumah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md di Pamekasan, Madura.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement