Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Jepang Izinkan Penonton Asing Skala Besar di Olimpiade Tokyo

Rabu 02 Dec 2020 10:05 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Monumen cincin Olimpiade diangkut ke tepi laut Taman Laut Odaiba, di Tokyo, Jepang, 01 Desember 2020. Monumen cincin Olimpiade telah dipasang kembali ke lokasi aslinya setelah pekerjaan pemeliharaan. Olimpiade Tokyo 2020 telah dijadwalkan ulang menjadi 23 Juli 2021, karena pandemi virus corona.

Monumen cincin Olimpiade diangkut ke tepi laut Taman Laut Odaiba, di Tokyo, Jepang, 01 Desember 2020. Monumen cincin Olimpiade telah dipasang kembali ke lokasi aslinya setelah pekerjaan pemeliharaan. Olimpiade Tokyo 2020 telah dijadwalkan ulang menjadi 23 Juli 2021, karena pandemi virus corona.

Foto: EPA-EFE/FRANCK ROBICHON
Jepang izinkan pengunjung asing dalam jumlah besar menonton Olimpiade Tokyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Jepang mengumumkan akan menerima pengunjung dari luar negeri dalam jumlah besar yang akan menonton Olimpiade Tokyo tanpa vaksinasi atau isolasi wajib. Hal itu diperbolehkan asalkan mereka mengirimkan hasil uji virus corona yang negatif dan mengunduh aplikasi pelacakan ponsel saat kedatangan.

Laporan Reuters yang melansir Nikkei pada Rabu tidak menyebutkan sumber informasi serta tidak merinci berapa banyak pengunjung yang diizinkan. Selain itu, otoritas Jepang juga tidak akan membatasi penggunaan pranata transportasi umum oleh wisatawan asing.

Penyelenggara Olimpiade telah menjual hampir satu juta tiket di luar negeri, dibandingkan dengan 4,5 juta tiket yang terjual di Jepang. Untuk saat ini, otoritas Jepang mengharuskan para pelancong untuk mengisolasi diri selama 14 hari setelah tiba di Jepang serta mendaftar aplikasi pelacakan kontak. Ini merupakan upaya yang diberlakukan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Bulan lalu, pejabat senior Komite Olimpiade Internasional (IOC) Joan Coates mengatakan jumlah atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade tidak akan dikurangi. IOC menyerahkan kepada panitia penyelenggara untuk melakukan tindakan agar membuat mereka merasa aman.

Lebih dari 11 ribu atlet diharapkan hadir di Tokyo untuk berkompetisi di Olimpiade. Ribuan lainnya akan datang untuk Paralimpiade berikutnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA