Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Mayoritas Pasien Meninggal Covid-19 Berusia Sepuh

Rabu 02 Dec 2020 05:47 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Erik Purnama Putra

Warga diambil darahnya ketika mengikuti rapid test gratis di Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/11).

Warga diambil darahnya ketika mengikuti rapid test gratis di Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/11).

Foto: Prayogi/Republika
Yang meninggal di Kota Bekasi, 170 orang punya penyakit diabetes dan hipertensi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Sebanyak 170 orang di Kota Bekasi terkonfirmasi meninggal dunia akibat Covid-19. Ketua Tim Penanganan Covid-19 Kota Bekasi, dr Anthony D Tulak mengatakan, mayoritas pasien yang meninggal berusia di atas 50 tahun dengan penyakit penyerta.

“Usia meninggal dunia, biasanya orang tua di atas 50 tahun dan punya penyakit penyerta,” kata dr Anthony di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Selasa (1/12).

Dia menjelaskan, penyakit penyerta yang diidap pasien meninggal paling banyak, di antaranya diabetes, hipertensi, penyakit paru lain, dan gangguan ginjal. Anthony yang juga merupakan dokter spesialis paru tersebut menjelaskan, semua pasien Covid-19 di Kota Bekasi punya gejala atau keluhan yang sama yakni gejala respiratorik.

“Gejala paling sering hampir setiap daerah sama, yakni gejala respiratorik. Batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala,” kata Anthony.

Namun, dia melanjutkan, ada juga gejala pasien yang menyerupai sakit demam berdarah dengue (DBD) dan sakit tipes. Pasien merasa letih, lesu dan ngilu di sekujur badan. Kendati begitu, ada juga pasien yang tak mengeluhkan sakit atau tanpa gejala.

Anthony mengatakan, ada lima tingkatan gejala yang diidap oleh pasien Covid-19. Pertama, adalah orang tanpa gejala (OTG). Kedua, gejala ringan seperti pilek saja. Ketiga, gejala sedang. Biasanya orang dengan gejala sedang mengalami radang di paru-paru atau saringan napas.

Keempat adalah gejala berat, yakni kondisi pasien yang mulai berkurang oksigen dalam tubuhnya. Mereka mengalami sesak dan memiliki penyakit penyerta. Kelima, adalah gejala kritis. Mereka adalah orangy yang harus mendapatkan perawatan di ruang intensive care unit (ICU) dan bernapas menggunakan bantuan ventilator.

“Mereka yang masuk ICU harus pakai ventilator. Dan ini yang tingkat kematiannya sangat tinggi,” jelas Anthony.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA