Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Cedera Lutut Jadi Alasan Ledi Utomo Jadi Pelatih

Selasa 01 Dec 2020 21:27 WIB

Red: Israr Itah

Ledi Utomo (kiri)

Ledi Utomo (kiri)

Ledi Utomo menjadi pelatih di Persita Tangerang U-20 dengan modal lisensi C AFC.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cedera lutut yang selalu menghantui membuat mantan pemain Persita dan timnas Indonesia Ledi Utomo memutuskan gantung sepatu pada 2019. Ia kini mulai meniti karier sebagai pelatih di Persita Tangerang U-20 dengan modal lisensi C AFC.

"Karena cedera lutut yang tak kunjung sembuh, akhirnya berhenti sebagai pemain profesional. Akhirnya mulai dari situ baru terpikirkan untuk melatih," ujar Ledi Utomo dikutip dalam laman resmi klub dari Jakarta, Selasa (1/12).

Sejak menjadi pemain, ia memang lekat dengan Persita. Sempat berkelana ke sejumlah klub di Tanah Air, tapi cinta akan menemukan jalannya sendiri. Ia kembali ke pelukan Persita untuk mendampingi pelatih kepala Persita U-20 Luis Edmundo Durant.

Baca Juga

Melatih tim junior menjadi tantangan tersendiri bagi Ledi. Ia harus bisa menjadi mentor yang baik. Namun bukan hanya itu, seorang pelatih juga harus bisa jadi contoh untuk pemain-pemain yang masih belia.

Di satu sisi ia juga memiliki ambisi untuk bisa mencetak pemain-pemain muda potensial serta mengorbitkannya di tim senior kelak.

"Tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita bisa menjadikan mereka pemain yang tidak hanya memiliki skill sepak bola yang baik, tapi juga memiliki attitude atau sikap yang baik juga, baik di dalam maupun di luar lapangan," kata pria yang pernah membela timnas Indonesia tersebut.

Ia mengatakan, menjadi pelatih sekarang tentu berbeda dengan zaman waktu menjadi pemain ya. Waktu jadi pemain, ia yang diteriaki oleh pelatih, tapi sekarang berbalik. "Namun dua-duanya tetap sama, tetap menyenangkan karena memang pada intinya saya cinta sepak bola," kata dia menambahkan.

Ia juga mengaku tak kesulitan beradaptasi di staf kepelatihan. Ledi banyak dibantu oleh tim pelatih lain dan secara perlahan antara satu pelatih dengan pelatih lain saling memahami apa yang diperlukan.

"Alhamdullilah, chemistry dengan tim pelatih sangat baik karena tim pelatih Persita U-20 yang sekarang ini juga bukan orang baru. Semua kami tim pelatih sudah kenal satu sama lain dan bukan orang asing lagi. Jadi sudah lebih mudah untuk bekerja sama," kata Ledi.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA