Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Wiku: Kasus Covid-19 Naik 19,8 Persen di Pekan Ini

Selasa 01 Dec 2020 21:16 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Gita Amanda

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, jumlah kasus Covid-19 mengalami lonjakan kenaikan hingga mencapai 19,8 persen, yakni dari 30.555 pada pekan lalu menjadi 36.600 pada pekan ini.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, jumlah kasus Covid-19 mengalami lonjakan kenaikan hingga mencapai 19,8 persen, yakni dari 30.555 pada pekan lalu menjadi 36.600 pada pekan ini.

Foto: Sekretariat Presiden
Sebanyak 17 provinsi tercatat mengalami kenaikan kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, jumlah kasus Covid-19 mengalami lonjakan kenaikan hingga mencapai 19,8 persen, yakni dari 30.555 pada pekan lalu menjadi 36.600 pada pekan ini. Sebanyak 17 provinsi pun tercatat mengalami kenaikan kasus.

“Terjadi kenaikan kasus cukup besar yaitu 19,8 persen yaitu dari 30.555 di minggu lalu menjadi 36.600 pada minggu ini,” kata Wiku saat konferensi pers, Selasa (1/12).

Satgas mencatat, Provinsi Jawa Tengah mengalami kenaikan tertinggi yang sebesar 3.680 yakni dari 3.937 menjadi 7.617 kasus. Setelah Jawa Tengah, Provinsi Banten juga mengalami kenaikan kasus sebesar 519, dari 645 kasus menjadi 1.164. Di posisi ketiga yakni Jawa Timur yang naik 412, dari 2.392 menjadi 2.804 kasus.

Kemudian disusul oleh Lampung yang naik 307, dari 344 menjadi 651 kasus. Dan Kepulauan Riau naik lebih dari dua kali lipat yakni 298, dari 205 kasus menjadi 503 kasus.

Wiku menyebut, Provinsi Jawa Timur hingga kini masih bertahan dalam jajaran provinsi dengan kasus tertinggi dalam dua pekan terakhir.

“Selain itu, pada minggu ini Provinsi Jawa Tengah kembali masuk ke jajaran provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi di mana pada minggu lalu sempat keluar dari rangking 5 tertinggi,” tambah dia.

Satgas pun telah berkoordinasi dengan daerah-daerah tersebut untuk mengoptimalkan pelacakan, pemeriksaan, dan perawatan guna menekan laju penularan. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan upaya isolasi mandiri secara terpusat seperti di hotel.

“Hal ini akan direalisasikan sesegera mungkin dalam rangka menjaga jangan sampai terjadi penularan di tingkat keluarga,” ujar Wiku.

Selain itu, Satgas juga mengimbau provinsi dengan kasus tertinggi agar melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait implementasi protokol kesehatan oleh masyarakat.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA