Rabu 02 Dec 2020 02:17 WIB

Baznas: Ada Perusahaan Tetap Berzakat Meski Tertimpa Krisis

Masih ada kelompok yang tetap berzakat di tengah pandemi dan dilanda krisis

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Esthi Maharani
Zakat Digital Ilustrasi.
Foto: Dok PPPA Daarul Quran.
Zakat Digital Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pusat, M Arifin Purwakananta, menuturkan, masih ada umat Muslim yang tetap membayar zakat maupun bersedekah di tengah pandemi meski dilanda krisis. Keberadaan mereka memberikan harapan saat Indonesia menghadapi tantangan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Kami di Baznas memperkirakan tetap ada dari kelompok-kelompok yang terkena krisis tersebut yang masih bisa berzakat, karena faktor di luar ekonomi. Misalnya ketaatan atau keyakinan bahwa sedekah akan menolak bala," tutur dia dalam agenda konferensi World Zakat Forum 2020 yang digelar secara daring, Selasa (1/12).

Umat Muslim dari kalangan tersebut, lanjut Arifin, juga memiliki semangat bahwa krisis ini justru membuatnya harus menolong banyak orang yang kesulitan saat pandemi. Dia mengatakan, ada perusahaan kosmetik yang terkena krisis akibat pandemi, tetapi tetap menyumbang donasi puluhan miliar ke Baznas untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD).

"Banyak mal yang tutup, dan orang-orang pun tidak perlu dandan atau memakai make up. Bisa dibayangkan, betapa turunnya penjualan make up. Dan ini bukan hanya satu contoh, tetapi banyak sekali contoh-contoh lain," tuturnya.

Arifin mengakui, saat ini ada tantangan ekonomi di Indonesia terutama ketika memasuki triwulan ketiga. Pertumbuhan ekonomi negara pun sempat minus 5 persen dan tumbuh sedikit menjadi minus 3 persen. Dampaknya, jumlah muzakki turun dan jumlah mustahik naik.

"Ini keadaan yang kita bisa terima dan terjadi juga di beberapa negara, tidak saja di Indonesia tetapi juga ada di banyak negara," jelasnya.

Namun, Arifin tetap melihat peluang walaupun ada di tengah krisis. Apalagi Indonesia termasuk 10 negara yang dermawan. Karena itu, Baznas berupaya menyasar kalangan yang masih bisa menunaikan zakat atau sedekah meski terkena krisis.

"Kami menyadari, meski ada krisis, kami melihat ada peluang yang ditawarkan oleh Allah SWT sehingga Baznas mencoba mengambil peluang itu dengan menyisir kelompok-kelompok yang terkena krisis tetapi masih bisa berzakat dan bersedekah," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement