Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Israel Dilaporkan Hancurkan Gudang Pertanian di Hebron

Rabu 02 Dec 2020 01:17 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Esthi Maharani

Bentrokan antara pengunjuk rasa Palestina dan pasukan keamanan Israel di Kota Hebron Tepi Barat

Bentrokan antara pengunjuk rasa Palestina dan pasukan keamanan Israel di Kota Hebron Tepi Barat

Foto: EPA-EFE/ABED AL HASHLAMOUN
Pasukan Israel menghancurkan gudang pertanian di desa Zif, tenggara kota Hebron

REPUBLIKA.CO.ID, HEBRON -- Pasukan Israel menghancurkan gudang pertanian di desa Zif, tenggara kota Hebron, pada Selasa (1/12). Koordinator Komite Perlindungan dan Ketegaran, Fuad al-'Amour mengatakan pasukan Israel mengawal sebuah buldoser ke situs arkeologi Tal Zif, di perbukitan selatan Hebron.

Amour menyampaikan, di tempat tersebut, alat berat Israel merobohkan gudang pertanian milik beberapa keluarga Palestina. Pasukan Israel berdalih mereka melakukannya karena gudang pertanian itu berdekatan dengan jalan pintas bagi para pemukim Israel, sebagaimana dilansir dari kantor berita Wafa, Selasa (1/12).

Sementara itu, Koordinator Komite Populer Anti-Tembok dan Pemukiman, Rate al-Jabour membenarkan bahwa pasukan Israel menyerbu desa Zif. Mereka menghancurkan sebuah gua dan menyita sebuah rumah mobil.

Selain itu tentara Israel juga menghancurkan rumah dan bangunan Palestina hampir setiap hari sebagai cara untuk bisa mengendalikan demografi di wilayah pendudukan. Israel pun menolak memberikan izin kepada warga Palestina untuk membangun di atas tanahnya sendiri.

Israel juga menolak warga Palestina melakukan perluasan permukiman untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk Yahudi Israel secara alami, terutama di Yerusalem dan Area C. Dua kawasan ini merupakan 60 persen dari Tepi Barat yang diduduki dan berada di bawah kekuasaan militer Israel sepenuhnya.

Kondisi itu memaksa penduduk Palestina membangun tanpa mendapatkan izin yang jarang diberikan untuk membuat tempat berteduh bagi keluarga mereka. Sebaliknya, Israel berpendapat bahwa bangunan di dalam area permukiman kolonial diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah pemukim Israel.

Karena itu, Israel sangat mudah memberi izin pembangunan kepada lebih dari 700 ribu pemukim Yahudi Israel. Bahkan Israel juga membuatkan jalan, listrik, air dan sistem pembuangan limbah yang tidak dapat diakses oleh banyak warga Palestina yang bertetangga dengan pemukim Israel.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA