Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Maverick Vinales: 2020 Musim Terburuk

Selasa 01 Dec 2020 19:57 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Pembalap MotoGP dari tim Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales.

Pembalap MotoGP dari tim Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales.

Foto: EPA-EFE/Alejandro Garcia
Vinales di posisi 6 klasemen akhir MotoGP atau peringkat terendah dalam kariernya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembalap tim Monster Yamaha, Maverick Vinales, menempati posisi enam klasemen akhir MotoGP musim ini. Itu artinya peringkat terendah Vinales sejak rookie musim 2015 sewaktu berseragam Suzuki.

Vinales menilai peringkatnya saat ini adalah musim terburuk dalam kariernya. Padahal ia berharap bisa menjadi juara dunia dengan absennya Marc Marquez.

Namun, Vinales hanya meraih satu kemenangan dan tiga podium dari 14 seri. Vinales memang masih menjadi pembalap M1 teratas, namun tidak untuk balapan secara keseluruhan.

“Itu sesuatu yang positif. Tapi jelas, ini musim yang sangat buruk. Musim terburuk dalam karier saya. Sulit untuk menerimanya,” ujar Vinales dilansir dari Crash, Selasa (1/12).

Saat ini, kata Vinales, waktunya beristirahat serta menenangkan diri. Ia akan berusaha meningkatkan kemampuannya.

Vinales sempat diunggulan menjadi juara setelah kemenangan di Misano. Tetapi setelah itu performanya menurun bahkan tak berdiri di podium dalam tujuh balapan berikutnya.

"Jika kami memulai pertama atau kedua, pasti balapan yang sama sekali berbeda," kata Vinales tentang finis kesebelasnya di final Portimao, tepat di depan rekan setimnya Valentino Rossi, dengan Quartararo di urutan ke-14.

Vinales melihat banyak catatan yang harus ditingkatkan berdasarkan perjalanan musim ini. Ia menilai ada lima balapan yang menjadi bencana baginya. Itu memengaruhi hasil akhir. Vinales pun akan segera fokus mempersiapkan musim depan.

Juara dunia MotoGP musim ini jatuh ke tangan pembalap Suzuki Joan Mir. Dia mengunci gelar pada balapan di GP Valancia. Ketiadaan Marquez membuat persaingan gelar berjalan ketat hingga akhirnya gelar juara menjadi milik Joan Mir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA