Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Warga Hong Kong Didesak di Rumah Usai Kasus Covid-19 Naik

Selasa 01 Dec 2020 16:35 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nur Aini

 Sebagian warga Hong Kong menikmati suasana di luar rumah, Ahad (12/4). Untuk menekan penyebaran virus corona jenis baru, Hong Kong masih memberlakukan aturan larangan sosial.

Sebagian warga Hong Kong menikmati suasana di luar rumah, Ahad (12/4). Untuk menekan penyebaran virus corona jenis baru, Hong Kong masih memberlakukan aturan larangan sosial.

Foto: AP Photo/Kin Cheung
Sebanyak 500 warga Hong Kong terinfeksi Covid-19 dalam satu pekan

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG — Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mendesak agar seluruh warga tetap berada di rumah masing-masing, menyusul kenaikan kasus infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) yang terjadi di kota administratif China tersebut.

Dilaporkan lebih dari 500 warga Hong Kong yang terinfeksi virus dalam satu pekan terakhir. Lam meminta warga untuk menahan diri dari pertemuan sosial dan orang-orang, khususnya para lansia untuk tetap di rumah.

“Gelombang epidemi terbaru cukup parah. Setiap dari kita harus melakukan yang terbaik dan menerapkan disiplin tingkat tinggi untuk melawan pandemi,” ujar Lam dalam konferansı pers reguler pada Selasa (1/12). 

Baca Juga

Lam mengatakan dua pekan mendatang adalah periode yang krusial di Hong Kong. Banyak kasus Covid-19 terbaru di kota tersebut yang terkait dengan studio tari.

Kasus juga telah ditemukan di antara staf dan tamu di beberapa restoran di Hong Kong. Gelombang baru infeksi virus corona jenis baru telah menyebabkan pihak berwenang memperketat pembatasan jarak sosial, termasuk menutup tempat hiburan seperti bar karaoke dan pusat permainan, serta membatasi pertemuan publik hanya untuk maksimal dua orang. 

Sebuah hotline telah disiapkan untuk memungkinkan publik melaporkan jika ada pertemuan besar di atas kapal pesiar terjadi. Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 saat ini juga membuat program Travel Bubble antara Singapura dan Hong Kong yang awalnya dijadwalkan pada November lalu harus ditunda. 

Melalui program tersebut, warga dari Singapura dan Hong Kong dapat  melakukan perjalanan antarwilayah tanpa menjalani karantina terlebih dahulu. Mereka hanya perlu melakukan tes dan memiliki hasil negatif Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA